Pramono Jadikan Shenzen Rujukan Pengembangan MRT dan Kawasan TOD di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok. Dok. Istimewa

Pramono Jadikan Shenzen Rujukan Pengembangan MRT dan Kawasan TOD di Jakarta

Aris Setya • 23 April 2026 18:48

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bertemu dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok. Mereka membahas peluang pengembangan transit-oriented development (TOD) yang modern dan berkelanjutan untuk mendukung transportasi perkotaan Jakarta.

“Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.

Pramono menyoroti kesenjangan capaian antara kedua kota. Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari dengan jaringan sekitar 635 kilometer. Sedangkan, MRT Jakarta melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari.

Menurut Pramono, kondisi tersebut menjadi pembelajaran penting untuk mempercepat pengembangan MRT dan kawasan TOD di Jakarta.

“Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” ujar Pramono.

Baca Juga: 

Pemprov DKI Rekrut 1.000 Pramudi Mikrotrans



Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok. Dok. Istimewa.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan sistem TOD. Pengalaman Shenzhen dapat menjadi rujukan dalam membangun sistem operasional perkeretaapian yang terintegrasi.

“MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Tuhiyat.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping, menilai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah tepat dalam memprioritaskan sistem TOD sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

“Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti. Kami mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group untuk pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi terintegrasi di perkotaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)