Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi H Riano P Ahmad (kiri). Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Lebaran Betawi 2026, Momentum Silaturahmi dan Pelestarian Tradisi Lokal
Fachri Audhia Hafiez • 12 April 2026 17:07
Jakarta: Puncak perayaan Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, 12 April 2026, dipadati ribuan warga. Perhelatan tahunan ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya mampu menjadi instrumen pemersatu bangsa sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga di Jakarta.
"Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Lebaran Betawi merupakan wadah untuk menyatukan silaturahmi antarwarga Betawi dengan seluruh warga yang ada di Jakarta. Jadi, dari seluruh rangkaian Lebaran Betawi ini, esensi utamanya adalah silaturahmi," ujar Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, H. Riano P. Ahmad, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dilansir Antara.
Riano mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme masyarakat yang luar biasa, bahkan sejak rangkaian acara dimulai. Ia menyebut daya tarik budaya Betawi tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar kota seperti Tegal dan Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, pengunjung disuguhkan beragam atraksi ikonik khas Betawi, mulai dari prosesi Palang Pintu, Hantaran, hingga kesenian Topeng Blantek. Kemeriahan semakin memuncak dengan hadirnya pawai ondel-ondel yang dipadukan dengan tradisi sorokan.
"Tradisi menjaga dan mempererat silaturahmi merupakan kearifan lokal Betawi yang telah diwariskan turun-temurun," kata Riano.
Ia menambahkan bahwa nilai penghormatan antar-generasi tercermin kuat melalui prosesi simbolis para wali kota dan bupati yang membawa hantaran untuk Gubernur DKI Jakarta.

Pengunjung ramaikan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa perayaan bertajuk "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global" ini memiliki peran strategis. Menurutnya, jati diri Jakarta tidak boleh hilang di tengah transformasi menjadi kota global.
"Lebaran Betawi menjadi momentum penting untuk mengingat kembali jati diri Jakarta. Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman," tegas Pramono.
Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari (10-12 April) ini ditutup dengan berbagai kegiatan interaktif seperti senam bersama, permainan tradisional, karnaval budaya, hingga bazar produk UMKM. Perayaan Lebaran Betawi 2026 dijadwalkan berakhir pada Minggu malam dengan pertunjukan musik oleh band Biang Kerok.