Rupiah Dibuka ke Rp17.030/USD Kamis Pagi

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah

Rupiah Dibuka ke Rp17.030/USD Kamis Pagi

Eko Nordiansyah • 9 April 2026 09:12

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelamahan. Rupiah kembali ke level Rp17 ribu per USD saat dolar AS juga melemah.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 9 April 2026, rupiah berada di level Rp17.030 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 18 poin atau setara 0,11 persen dari Rp17.012 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.087 per USD. Rupiah terpantau masih sama dengan pembukaan perdagangan kemarin.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah bergerak di rentang Rp17.010 per USD hingga Rp17.040 per USD.

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen Presiden AS Donald Trump yang menyetujui gencatan senjata. Trump mengatakan akan menangguhkan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu, menambahkan AS telah mencapai tujuan militer intinya.

Pengumuman itu datang kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 20.00 ET, yang telah dipantau ketat oleh investor sebagai pemicu potensial untuk eskalasi besar. Sebelumnya, Trump telah memperingatkan seluruh peradaban akan mati jika Iran gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

Gencatan senjata, yang ditengahi oleh Pakistan setelah upaya diplomatik menit-menit terakhir, bergantung pada jaminan Iran untuk membuka kembali Selat secara aman, jalur utama bagi sekitar 20 persen aliran minyak global.

Iran juga mengisyaratkan kesediaan bersyarat untuk mengurangi eskalasi, dengan mengatakan jalur aman melalui Selat akan dimungkinkan selama periode gencatan senjata, asalkan permusuhan dihentikan dan kapal-kapal berkoordinasi dengan otoritas Iran.

Di sisi lain, pasar merespons positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5 persen secara tahunan (yoy). Realisasi tersebut setara dengan 18,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.

Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak pada triwulan I 2026 yang keseluruhan tumbuh kuat, baik secara bruto maupun neto, dengan realisasi bulanan yang konsisten dan meningkat sejak awal tahun.

Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun, atau meningkat 14,3 yoy, yang terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp67,9 triliun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)