Menbud Dukung Upaya Penguatan Seni Sastra

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kiri) saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA. Foto: Antara.

Menbud Dukung Upaya Penguatan Seni Sastra

Anggi Tondi Martaon • 26 May 2026 10:43

Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendukung penyelenggaraan Gelar Seni Budaya Indonesia MORSA (Musik Tradisional, Orkestra dan Sastra). Sebab, hal itu dinilai sebagai upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan sastra di Tanah Air.

Saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Fadli menyebut kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi pemicu tumbuhnya efek domino positif bagi ekonomi kreatif dan pemberdayaan budaya lokal.

“Ekosistem sastra tentu memerlukan kolaborasi semua pihak. Harus ada sinergi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan kesadaran bersama,” ujar Fadli dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan pemajuan sastra bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau budayawan. Namun, butuh keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi dan komunitas budaya.

Menurut eks Wakil Ketua DPR itu, pemerintah memiliki peran dalam dukungan dan fasilitasi. Sedangkan perguruan tinggi berkontribusi pada edukasi kebudayaan dan pelaku budaya menjadi ujung tombak penciptaan karya sastra.

Eks Ketua BKSAP DPR itu juga menyebut agenda MORSA sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan budaya sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN). “Kita memang harus membangun segmen, misalnya bagaimana ada apresiasi terhadap karya-karya seni yang dapat memunculkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ujar Fadli.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.

Selain itu, Fadli mendorong para perupa dan pelaku budaya memanfaatkan dukungan pemerintah melalui dana abadi kebudayaan atau Dana Indonesia Raya. Dana abadi tersebut untuk menghasilkan karya inovatif di bidang sastra.

Budayawan Bambang Oeban mengatakan MORSA digagas untuk meneruskan estafet sastra dari para maestro kepada generasi muda. “MORSA menjadi perwujudan bahwa sastra dapat dikemas dan dikembangkan menjadi kebutuhan masa kini, sehingga ada sentuhan teatrikal, monolog, dramaturgi, dan kreativitas multimedia,” kata Bambang.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah budayawan dan akademisi, antara lain Sutardji Calzoum Bachri, Jose Rizal Manua, Joko Pranoto, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Baiquni, serta Guru Besar Program Studi Teater Prof. Yudiaryani.

(Anggi Tondi)