Ilustrasi kriminalitas. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Upaya Memberantas Kejahatan Jalanan Harus Ada Pembenahan di Semua Lini
Fachri Audhia Hafiez • 26 May 2026 17:03
Jakarta: Penanganan maraknya aksi kejahatan jalanan dinilai tidak bisa diselesaikan hanya melalui tindakan represif aparat kepolisian. Diperlukan langkah komprehensif berupa pembenahan di berbagai sektor untuk menyelesaikan akar masalah kriminalitas yang kian meresahkan tersebut.
"Harus ada pembenahan di semua lini yang dilakukan secara berkesinambungan,” kata anggota Komisi III DPR Gilang Dhielafararez di Jakarta dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2026.
Gilang menilai, penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan memang krusial untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Namun, hal yang jauh lebih mendasar adalah membenahi ekosistem yang memicu lonjakan kriminalitas.
Mulai dari perbaikan kondisi ekonomi rakyat, penyediaan lapangan kerja, kemudahan usaha, hingga pemberian stimulus bagi masyarakat rentan.
"Kejahatan apa pun bentuknya termasuk begal tidak bisa ditoleransi, dan harus ditindak dengan tegas. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata, kondisi ekonomi yang sulit menjadi salah satu akar persoalan kriminalitas semakin tinggi," jelas Gilang.
.jpg)
Gedung DPR-MPR. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Dari sisi teknis keamanan, Gilang menjabarkan bentuk pembenahan lini lain yang harus segera diintervensi pemerintah daerah dan penegak hukum. Antara lain revitalisasi infrastruktur lampu penerangan jalan umum, pemasangan CCTV di titik buta, patroli rutin yang masif, hingga pemutusan mata rantai pasar penadah barang curian.
“Kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” ucap Gilang.