Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar (tengah) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto (kiri) dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto usai melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo
BPOM Jamin Pangan di Grosir Jaktim Aman Dikonsumsi
Siti Yona Hukmana • 9 March 2026 13:26
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan produk pangan yang beredar di salah satu pusat grosir di Jakarta Timur (Jaktim) aman untuk dikonsumsi masyarakat. BPOM memastikan keamanan pangan itu menjelang Idulfitri.
"Kegiatan pengawasan ini kami lakukan karena pada periode ini intensitas penjualan dan konsumsi pangan masyarakat meningkat cukup tinggi," kata Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar saat melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Taruna menyebut, pengawasan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia setiap hari menggunakan dua metode, yaitu pengawasan acak dan tersembunyi, serta pemeriksaan resmi langsung di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, BPOM RI melakukan pengujian cepat menggunakan mobil laboratorium keliling terhadap 40 sampel produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, seperti pengawet maupun zat pewarna terlarang.
Hasilnya, seluruh sampel yang diuji dinyatakan aman dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi. "Alhamdulillah, dari 40 sampel yang kami uji hasilnya negatif dari bahan berbahaya. Termasuk kerupuk yang sempat kami curigai, hasilnya juga negatif dari zat pewarna Rhodamin B," ujar Taruna.
Pengawasan ini turut melibatkan berbagai pihak dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto. Uus menyampaikan apresiasi atas langkah BPOM yang melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyambut baik kegiatan ini. Saat ini merupakan masa yang rawan karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat menjelang Idul Fitri," kata Uus.
Berdasarkan hasil pengecekan terhadap sekitar 79 produk pangan, seluruhnya juga dinyatakan negatif dari kandungan formalin. Menurutnya, pengawasan ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi produk pangan selama Ramadan hingga Idulfitri.
"Kami berharap kegiatan pengawasan ini terus dilakukan di berbagai tempat sehingga masyarakat Jakarta mendapatkan perlindungan dan kepastian bahwa pangan yang beredar aman dan sehat," ucap Uus.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta memeriksa takjil yang dijual di Pasar Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengidentifikasi dua item pangan di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yakni kue mangkok dan bolu kukus terdapat kandungan pewarna tekstil jenis Rhodamin B. "Jadi dari 65 sampel total yang diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin. Ini kue mangkok dan bolu kukus ya," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di lokasi, Kamis, 5 Maret 2026.
Sofi mengatakan, dagangan pedagang langsung dikosongkan usai terbukti mengandung kimia berbahaya melalui uji sampel. Produk yang berbahaya it diambil untuk dimusnahkan. BBPOM akan menelusuri rantai distribusi item takjil tersebut untuk mendeteksi pemasok utamanya.
"Kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual, pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusinya," ucap Sofi.