Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Standar Keselamatan Petugas Karhutla Diminta Ditingkatkan
Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 20:47
Jakarta: Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman meminta untuk memperkuat perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Alex menegaskan tidak boleh ada lagi personel yang gugur di lapangan akibat minimnya standar keselamatan dan peralatan yang tidak memadai dalam menjalankan tugas berisiko tinggi tersebut.
“Nyawa itu sangat berharga, karenanya perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas,” ujar Alex di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga :
Umat Islam Diminta Bersatu Hadapi Situasi Global
Pernyataan ini disampaikan Alex merespons kabar duka atas wafatnya Muharmizan, personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, usai bertugas memadamkan api di Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin, 30 Maret 2026.
Sebelumnya, insiden serupa juga menimpa perwira Brimob Polda Riau, Ipda Donald Junus Halomoan, pada Agustus 2025 saat menangani karhutla di Rokan Hilir.
Alex meminta kementerian terkait memastikan seluruh personel Manggala Agni dilengkapi perlengkapan standar keamanan tinggi, bukan sekadar seadanya.
“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak. Kami juga meminta agar penyebab gugurnya personel ini diselidiki hingga tuntas,” tegas Alex.

Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).
Selain fasilitas fisik, Alex menyoroti pentingnya jaminan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja bagi 956 personel Manggala Agni di wilayah Sumatera. Perlindungan ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga personel yang berjuang di garis depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara reguler bagi setiap petugas. Menurutnya, pemadaman karhutla menguras fisik dan mental, sehingga deteksi dini kondisi kesehatan sangat krusial untuk mencegah kecelakaan kerja.
Sementara, data dari BPBD dan Damkar Riau per Selasa, 31 Maret, mencatat masih terdapat 21 titik api (firespot) yang tersebar di beberapa wilayah. Kabupaten Bengkalis menjadi area dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik, di mana api masih aktif disertai asap tebal.
Upaya pemadaman intensif terus dilakukan di berbagai titik, termasuk di Pelalawan dan Indragiri Hilir. Petugas di lapangan saat ini tengah melakukan penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.