Ketua DPR Puan Maharani. Foto: ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya.
Ketua DPR Minta Instansi Sigap Pastikan Keselamatan Warga Pascagempa
Fachri Audhia Hafiez • 2 April 2026 18:38
Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani meminta kementerian dan lembaga terkait segera bergerak sigap untuk memastikan keselamatan warga pascagempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan sekitarnya. Puan menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi gempa susulan serta dampak tsunami kecil yang sempat terdeteksi di beberapa titik pesisir.
“Semua instansi harus sigap memastikan keselamatan warga. Tim SAR juga harus terus menyisir wilayah-wilayah terdampak, apalagi sempat terjadi tsunami di beberapa titik akibat gempa,” ujar Puan dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 2 April 2026.
Gempa tektonik tersebut terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada pukul 05.48 WITA dan guncangannya terasa hingga ke Maluku Utara. Bencana ini dilaporkan telah memicu jatuhnya korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan gedung.
“Keprihatinan dan dukacita mendalam kami sampaikan atas bencana gempa bumi di Sulawesi Utara dan sekitarnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” ungkap Puan.
Puan berharap pemerintah daerah di wilayah terdampak segera menyiapkan titik-titik evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik, khususnya bagi kelompok rentan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap informasi yang tidak akurat atau hoaks.
“Tingkatkan kewaspadaan dan jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak akurat. Pastikan memantau informasi dari sumber-sumber terpercaya, khususnya pemerintah,” kata Puan.
Selain itu, Puan mengingatkan warga yang berada di sekitar area terdampak untuk segera mencari pertolongan kepada pihak berwenang jika dibutuhkan. Ia juga mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pantai.
.jpeg)
Kerusakan akibat Gempa 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut. Foto: Istimewa.
“Sebaiknya masyarakat untuk sementara tidak mendekati titik-titik pesisir,” kata Puan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan Kota Ternate.
Gempa ini juga memicu gelombang tsunami kecil setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa meski tsunami tergolong kecil, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat potensi gelombang susulan.