Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Moskow, 29 Januari 2026. (Anadolu Agency)
Rusia dan UEA Nyatakan Keprihatinan Mendalam atas Eskalasi di Timur Tengah
Willy Haryono • 1 April 2026 18:02
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta menyerukan penghentian segera permusuhan.
Dalam percakapan telepon, kedua pemimpin menekankan pentingnya upaya politik dan diplomatik untuk menyelesaikan konflik secara damai.
Dilansir dari Anadolu, Rabu, 1 April 2026, Kremlin menyatakan bahwa solusi yang diupayakan harus menghormati kepentingan sah semua negara di kawasan, sejalan dengan pendekatan Rusia yang menjaga hubungan dengan berbagai pihak.
Di tengah krisis regional, kedua kepala negara juga mencatat perkembangan positif dalam kerja sama bilateral Rusia dan UEA yang terus meningkat di berbagai bidang strategis.
Konflik yang meningkat di kawasan Timur Tengah usai meletusnya perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah menyebabkan dampak besar, dengan lebih dari 1.340 orang dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, konflik tersebut juga mengganggu stabilitas pasar global serta jalur penerbangan internasional.
Seruan bersama Rusia dan UEA ini dinilai sebagai upaya untuk mendorong deeskalasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Klaim Serang Hotel di Dubai yang Menampung Personel Militer AS