Belanda Pindahkan 86 Ton Cadangan Emas ke London Akibat Situasi Geopolitik

Emas batangan. Foto: Freepik.

Belanda Pindahkan 86 Ton Cadangan Emas ke London Akibat Situasi Geopolitik

Husen Miftahudin • 7 September 2026 15:07

Amsterdam: Belanda memindahkan 86 ton cadangan emas yang sebelumnya tersimpan di Amerika Serikat dan Kanada ke London, Inggris, di tengah meningkatnya gejolak geopolitik.

Melansir Euronews, Senin, 7 September 2026, transfer tersebut dilakukan melalui kombinasi transaksi jual beli dan pemindahan emas secara fisik.

Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), mengatakan cadangan emas yang disimpan di London bisa dijual lebih mudah dari yang sebelumnya dilakukan di New York, Amerika Serikat dan Ottawa, Kanada.

Hal tersebut tersebut membuat cadangan emas di London dapat lebih cepat digunakan DNB dalam situasi krisis.

"Dengan langkah ini, kami telah meningkatkan fleksibilitas penggunaan cadangan emas kami. Kami berasumsi kami tidak akan pernah perlu menggunakan emas tersebut, namun hal ini tetap penting untuk memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," ungkap Presiden DNB Olaf Sleijpen.
 

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Cadangan emas Belanda capai 612,4 ton


DNB mencatat total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton dengan nilai 72,2 miliar euro pada akhir 2025. Sebelum pemindahan, sebanyak 31,3 persen cadangan emas Belanda disimpan di New York dan 19,7 persen di Ottawa, Kanada.

Setelah pemindahan, porsi cadangan emas yang berada di kedua lokasi tersebut turun menjadi 18,5 persen. Sementara itu, porsi emas yang disimpan di London meningkat dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen. Bank tersebut juga masih menyimpan 30,8 persen cadangan emasnya di Belanda.  

Dalam proses pemindahan, bank tersebut memindahkan lebih dari 27 ton emas fisik dari Amerika serikat dan Kanada ke Zeist Belanda. Pada saat yang sama, emas dalam jumlah yang sama dipindahkan dari Zeist ke London sehingga emas batangan tidak perlu dilebur.

"Dengan menggabungkan pembelian dan penjualan dan transportasi fisik, risiko yang terkait dengan pemindahan fisik emas dalam jumlah besar telah menyebar," kata DNB. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Husen Miftahudin)