Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Istimewa.
Pramono Imbau Warga Tak Menyebar Hoaks Pascabentrok Matraman
Fachri Audhia Hafiez • 27 July 2026 18:25
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi tidak berdasar atau disinformasi pascabentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. Hal ini demi mencegah timbulnya provokasi dan eskalasi konflik.
“Saya juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum. Sekali lagi saya mengajak, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini,” ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Senin, 27 Juli 2026.
Selain mewaspadai hoaks, Pramono menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta tokoh lintas elemen. Langkah ini guna menjaga situasi wilayah tetap kondusif dan damai.
“Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai,” kata Pramono.
Pramono menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI sepenuhnya menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat kepolisian agar diselesaikan secara transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan.
.jpeg)
Pascabentrokan yang terjadi di kawasan Matraman. Foto: Dok. Metro TV.
Peristiwa bentrokan itu pecah di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penyelidikan awal kepolisian, bentrok bermula dari tindakan dua orang pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.
Setelah ditegur akibat bising, kedua orang tersebut pergi lalu kembali membawa lima rekannya untuk merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga. Aksi memicu perlawanan massa hingga meluas ke Jalan Tambak dan berlanjut dengan aksi saling lempar batu.
Insiden ini berujung pada terbakarnya bangunan serta sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi berupaya meredam bentrokan, mengevakuasi para korban, dan mengamankan beberapa orang untuk proses pemeriksaan.
Sebanyak dua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu korban berinisial K, 23, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.