Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi Internasional Tingkatkan Layanan Kesehatan Pernapasan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Foto: Antara.

Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi Internasional Tingkatkan Layanan Kesehatan Pernapasan

Anggi Tondi Martaon • 24 July 2026 15:05

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pernapasan, termasuk penanganan tuberkulosis (TB), serta penyakit kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sebab, penyakit tersebut masih ditemukan di Ibu Kota.

"Tantangan tersebut semakin kompleks dengan masih tingginya perilaku merokok, termasuk meningkatnya penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja dan generasi muda, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru pada masa depan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.

Upaya yang dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan 27th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (RESPINA) 2026. Rano mengatakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara tersebut konsisten meningkatkan mutu layanan perawatan pernapasan (respiratory care) selama dua dekade lebih.

Menurut dia, kontribusi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia. 

Untuk menjawab tantangan berbagai penyakit pernapasan, Pemprov DKI terus memperkuat upaya promotif dan preventif. Di antaranya melalui peningkatan kualitas udara, penerapan perilaku hidup sehat, serta penguatan layanan kesehatan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, pengendalian emisi kendaraan, pemantauan kualitas udara melalui JAKISPU, percepatan elektrifikasi armada Transjakarta, serta optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Berbagai langkah tersebut disertai edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ilustrasi tuberkulosis. Foto: Medcom.id.

Rano menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang mengedepankan pencegahan melalui perbaikan kualitas lingkungan dan penerapan perilaku hidup sehat.

Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan layanan kesehatan melalui pengembangan rumah sakit daerah bertaraf internasional sebagai pusat rujukan, pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan.

"Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan," pungkas Rano. 

(Anggi Tondi)