Suasana Stasiun Malang, yang berada di Jalan Belakang Stasiun, Kecamatan Klojen, Kota malang, Jawa Timur (Dokumentasi/ KAI Daop 8 Surabaya)
Deretan Stasiun Kereta Api Paling Ikonik di Indonesia dan Fakta Menariknya
Silvana Febiari • 15 September 2026 10:57
Jakarta: Sejumlah stasiun kereta api di Indonesia bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Beberapa di antaranya memiliki sejarah panjang, arsitektur khas, hingga keunikan yang membuatnya menjadi bagian penting dari perjalanan perkeretaapian Indonesia.
Melansir akun X @KAI121, berikut lima stasiun kereta api yang memiliki keunikan dan cerita menarik.
Stasiun Malang, Punya Terowongan Bawah Tanah Tahan Bom
Stasiun Malang memiliki sejarah yang erat dengan masa menjelang Perang Dunia II. Dibangun pada 1941, stasiun ini dilengkapi terowongan bawah tanah yang menghubungkan antarperon.Terowongan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi perang, termasuk untuk menghadapi ancaman ledakan bom dan gas beracun.
Dari sisi arsitektur, Stasiun Malang mengusung gaya kolonial modern dengan ciri bangunan berbentuk kubus dan atap datar. Stasiun ini juga berstatus sebagai cagar budaya.

Suasana Stasiun Malang, yang berada di Jalan Belakang Stasiun, Kecamatan Klojen, Kota malang, Jawa Timur (Dokumentasi/ KAI Daop 8 Surabaya)
Baca Juga :
Stasiun Semarang Tawang, Berdiri di Atas Bekas Rawa
Stasiun Semarang Tawang juga memiliki kisah menarik di balik pembangunannya. Stasiun yang berdiri sejak 1914 ini dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) di atas lahan bekas rawa.Lokasinya berada sekitar dua meter di atas permukaan laut. Untuk memperkuat struktur bangunan, lahan terlebih dahulu dipadatkan menggunakan lempengan pelat beton.
Stasiun ini memiliki arsitektur bergaya Art Deco dan Indische. Letaknya yang berdekatan dengan kawasan Kota Lama Semarang membuatnya menjadi salah satu pintu masuk wisata sejarah di Kota Semarang.

Stasiun Semarang Tawang. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Stasiun Pasarsenen, Pionir Terowongan Bawah Tanah
Stasiun Pasarsenen merupakan salah satu stasiun dengan mobilitas penumpang tertinggi di Indonesia. Namun, stasiun ini juga memiliki catatan sejarah dalam perkembangan perkeretaapian nasional.Pasarsenen disebut sebagai stasiun pertama di Indonesia yang memiliki terowongan penyeberangan bawah tanah untuk menghubungkan antarperon.
Keunikan stasiun ini bahkan mendapat perhatian pada masa kolonial. Koran Javabode pernah memuji keindahan Pasarsenen dan membandingkannya dengan stasiun di Amsterdam dan Haarlem, Belanda.
Kini, Pasarsenen tetap menjadi salah satu gerbang utama perjalanan kereta api dari Jakarta menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Ruang tunggu Stasiun Pasarsenen di tengah bangunan utama, tahun 2019. (Dokumentasi/ Koleksi PT KAI)
Stasiun Yogyakarta, Kental dengan Nuansa Jawa
Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu menjadi salah satu stasiun yang lekat dengan identitas Kota Yogyakarta. Selain lokasinya yang berada dekat kawasan Malioboro, stasiun ini juga memiliki perpaduan arsitektur kolonial dan budaya Jawa.Bangunannya menggabungkan gaya Indische Empire dengan ornamen khas Jawa, seperti gapura dan ukiran kala-makara.
Stasiun Yogyakarta juga memiliki perlintasan gerbang geser yang diperuntukkan bagi sepeda, becak, dan andong. Letaknya yang dekat dengan Malioboro membuat wisatawan dapat langsung menjangkau pusat kuliner, belanja, dan wisata kota setelah turun dari kereta.

Stasiun Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Stasiun Banyuwangi Kota, Angkat Budaya Osing
Berbeda dari stasiun dengan karakter kolonial, Stasiun Banyuwangi Kota menonjolkan unsur budaya lokal. Desain bangunannya terinspirasi dari rumah adat Osing, masyarakat asli Banyuwangi.Setelah revitalisasi pada 2024–2025, stasiun ini semakin kental dengan identitas lokal melalui penggunaan motif batik Gajah Oling dan elemen anyaman rotan sintetis.
Lokasinya juga strategis bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen dan berbagai pantai di ujung timur Pulau Jawa.
.jpg)
Tampak depan Stasiun Banyuwangi Kota. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Kelima stasiun tersebut menunjukkan bahwa stasiun kereta api tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang. Di balik aktivitas perjalanan, tersimpan sejarah, arsitektur, dan identitas budaya yang membuat setiap stasiun memiliki karakter tersendiri.