Bangunan Stasiun Tanggung. (Dokumentasi/ Istimewa)
5 Stasiun Tertua di Indonesia yang Masih Beroperasi
Silvana Febiari • 15 September 2026 07:08
Jakarta: Indonesia memiliki sejumlah stasiun kereta api yang menyimpan sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda. Di antara bangunan-bangunan bersejarah tersebut, beberapa stasiun masih aktif digunakan hingga kini dan menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki sejumlah koleksi heritage berupa stasiun tua yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan keunikan arsitektur. Mengutip akun Instagram @kai121, berikut lima stasiun tua yang masih aktif di Indonesia.
Baca Juga :
1. Stasiun Tanggung
Stasiun Tanggung menjadi salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia. Stasiun yang berada di Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini mulai dibangun pada 1864 oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan kemudian dibangun ulang pada 1910.Pada 10 Agustus 1867, Stasiun Tanggung menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia ketika jalur kereta api pertama antara Tanggung dan Kemijen sepanjang 25 kilometer dibuka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Pembukaan perdana Halte Tangoeng pada 10 Agustus 1867. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Stasiun Tanggung hingga kini masih aktif. Namun, tidak ada kereta api yang berhenti secara rutin untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Stasiun ini dapat digunakan sebagai tempat persusulan antarkereta.
2. Stasiun Alastua
Stasiun Alastua yang berada di Semarang diresmikan pada 10 Agustus 1867. Bersama Stasiun Brumbung, stasiun ini termasuk bagian dari jalur kereta api awal di Indonesia. Keduanya memiliki keunikan karena berada di tengah jalur kereta api sehingga dikenal pula sebagai stasiun pulau.Stasiun Alastua memiliki peran penting dalam perjalanan kereta api, terutama ketika terjadi banjir di kawasan Stasiun Semarang Tawang. Dalam kondisi tersebut, Alastua dapat menjadi tempat perhentian kereta dari arah timur yang hendak menuju barat maupun sebaliknya.
Saat ini, salah satu kereta yang berhenti di Stasiun Alastua adalah KA Kedungsepur dengan relasi Ngrombo-Semarang Poncol.

Stasiun Alastua. (Dokumentasi/ Istimewa)
3. Stasiun Brumbung
Stasiun Brumbung terletak di Kabupaten Demak dan diresmikan pada tanggal yang sama dengan Stasiun Alastua, yakni 10 Agustus 1867. Seperti Alastua, Stasiun Brumbung memiliki posisi unik di tengah jalur kereta api. Keberadaannya menjadikan stasiun ini memiliki peran penting dalam perjalanan sejumlah kereta api yang melintas di wilayah Jawa Tengah.Sejumlah kereta yang berhenti di Stasiun Brumbung antara lain KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar, KA Banyubiru relasi Solo Balapan-Semarang Tawang Bank Jateng pulang-pergi, KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto-Semarang Tawang Bank Jateng, serta KA Kedungsepur relasi Ngrombo-Semarang Poncol.

Bangunan utama Stasiun Brumbung. (Dokumentasi/ Wikipedia)
4. Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu stasiun tertua di Indonesia sekaligus stasiun pertama yang berdiri di Yogyakarta. Stasiun ini mulai dioperasikan pada 10 Juni 1872.Pada awalnya, Stasiun Lempuyangan digunakan untuk mendukung pengangkutan komoditas dan mobilitas masyarakat di wilayah Vorstenlanden-Semarang.
Kini, Stasiun Lempuyangan tetap menjadi salah satu stasiun penting di Yogyakarta. Stasiun ini melayani sejumlah kereta api kelas ekonomi dan campuran dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa.

Tampak depan perspektif bangunan lama Stasiun Lempuyangan. (Dokumentasi/ Istimewa)
5. Stasiun Kedungjati
Stasiun Kedungjati yang berada di Kabupaten Grobogan diresmikan pada 21 Mei 1873. Stasiun ini kerap disebut sebagai kembaran Stasiun Ambarawa karena memiliki kemiripan pada bagian fasad bangunannya.Pada 1907, bangunan Stasiun Kedungjati mengalami pembenahan. Konstruksi kayu yang sebelumnya digunakan diubah dan diperkuat menggunakan batu bata yang diplester.
Bagian peron juga mengalami pembenahan dengan menggunakan konstruksi baja beratapkan seng dengan tinggi mencapai 14,65 meter. Stasiun Kedungjati hingga kini masih digunakan dan menjadi tempat berhenti sejumlah kereta api, di antaranya KA Brawijaya dan KA Joglosemarkerto.

Stasiun Kedungjati. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Keberadaan stasiun-stasiun tua tersebut menunjukkan panjangnya sejarah perjalanan kereta api di Indonesia. Meski sebagian telah mengalami perubahan fungsi maupun renovasi, bangunan-bangunan tersebut tetap menjadi bagian penting dari warisan perkeretaapian nasional.