Peringatan Hari Kereta Api Nasional: Transformasi Sejarah hingga Era Modern

Ilustrasi kereta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Peringatan Hari Kereta Api Nasional: Transformasi Sejarah hingga Era Modern

Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2026 20:01

Jakarta: Peringatan Hari Kereta Api Nasional setiap 28 September menjadi momen penting untuk merawat ingatan perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia. Dari era kolonial hingga transformasi modernisasi berteknologi tinggi seperti Kereta Cepat Whoosh, moda transportasi berbasis rel terus berevolusi menjadi tulang punggung mobilitas nasional.


Jejak Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Awal Era Kolonial (1864):
Pembangunan jalur kereta api pertama di Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864 oleh perusahaan swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele untuk rute Semarang–Vorstenlanden (Solo–Yogyakarta). Jalur ini awalnya ditujukan untuk memperlancar pengangkutan hasil bumi eksploitasi kolonial.


Ilustrasi. Foto: laman TMII.

Pengambilalihan dan Lahirnya DKARI (28 September 1945):
Pascaproklamasi Kemerdekaan, para pejuang dan buruh kereta api mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api Bandung dari kekuasaan Jepang pada 28 September 1945. Peristiwa bersejarah tersebut menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) sekaligus ditetapkan sebagai Hari Kereta Api Nasional.

Era Kegelapan hingga Perumka (1970–1990):
Layanan perkeretaapian Indonesia sempat mengalami keterpurukan akibat prasarana yang menua, ketidakberaturan jadwal, serta penumpukan penumpang tanpa nomor kursi. Perubahan status menjadi Perumka (1991) hingga PT KAI (1999) menjadi fondasi dasar pembenahan struktur perusahaan secara menyeluruh.

Revolusi Pelayanan & Digitalisasi (2009–Sekarang):
PT KAI melakukan reformasi masif dengan memberlakukan sistem one man one seat, sterilisasi stasiun, sistem pemesanan tiket daring, hingga modernisasi armada Commuter Line (KRL) dan kereta jarak jauh.


Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Foto: Dok. KCIC.

Era Kereta Cepat Whoosh (2023–2026):
Transformasi perkeretaapian Indonesia mencapai puncaknya dengan hadirnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dengan kecepatan operasional mencapai 350 km/jam, Whoosh menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan moda transportasi kereta api berkecepatan tinggi.

Transformasi perkeretaapian ini membuktikan bahwa transportasi berbasis rel di Indonesia terus melaju kencang, tidak hanya menghubungkan antarwilayah tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi nasional.

(Fachri Audhia Hafiez)