KY Pastikan Keterwakilan Perempuan dalam Seleksi Calon Hakim Agung

Anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim, Andi Muhammad Asrun. ANTARA/Devi Nindy

KY Pastikan Keterwakilan Perempuan dalam Seleksi Calon Hakim Agung

Achmad Zulfikar Fazli • 30 July 2026 09:04

Jakarta: Komisi Yudisial (KY) memastikan keterwakilan perempuan dalam seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA). Dari total 19 calon hakim agung yang lolos ke seleksi wawancara akhir, lima di antaranya perempuan.

“Jumlah keterwakilan perempuan dalam seleksi ini 40 persen, dihitung dari calon perempuan yang mengikuti tes kesehatan dan asessment kepribadian hingga lolos ke seleksi wawancara,” kata anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim Andi Muhammad Asrun dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Kelima calon perempuan ini terdiri atas dua hakim tinggi, satu panitera, satu advokat, dan satu notaris. Mereka yakni Ketua Pengadilan Tinggi Makassar Nirwana, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang Suprapti, Panitera MA Sudharmawantiningsih, advokat Dhifla Wiyani, dan notaris Nurnaningsih.

Sementara itu, ada dua calon hakim ad hoc HAM dan calon hakim agung tipikor yang juga lolos seleksi ke tahap berikutnya. Semua calon didominasi laki-laki.

Menurut Asrun, kelima calon perempuan memiliki kualitas yang tidak kalah dari calon hakim kalangan laki-laki.

“Ini persoalan kualitas, dan kebetulan calon-calon hakim perempuan ini top semua, bukan asal-asal. Ini bukan lagi soal keterwakilan, tapi sudah monumental,” ujar Asrun.

Gedung Mahkamah Agung (MA). Foto- Medcom.id

Pada Selasa, 28 Juli 2026, KY mengumumkan 23 nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc yang lolos tes kesehatan dan kepribadian. Mereka akan mengikuti seleksi wawancara akhir pada 3-7 Agustus 2026.

Calon hakim agung tersebut terdiri atas sembilan orang untuk kamar pidana, empat orang untuk kamar perdata, tiga orang untuk kamar agama, dan tiga orang untuk tata usaha negara khusus pajak.

Kebutuhan hakim agung di MA pada tahun ini meliputi dua orang untuk kamar perdata, empat orang kamar pidana, dua orang kamar agama, dan tiga orang kamar tata usaha negara khusus pajak. Sedangkan, kebutuhan hakim ad hoc HAM sebanyak dua orang dan hakim ad hoc tipikor satu orang.

Seleksi wawancara akhir ini menjadi penentu nama-nama calon hakim yang lolos untuk mengisi kekosongan jabatan hakim agung dan ad hoc di MA pada 2026.

Berikut nama calon hakim agung dan ad hoc yang lolos ke tahap seleksi wawancara akhir:

1. Calon hakim agung kamar pidana

Abdul Azis, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru

Bambang Myanto, jabatan di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA

Dhifla Wiyani, sebagai advokat pada Kantor DV and Partners

Nirwana, menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar

Setyanto Hermawan, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya

Sudharmawantiningsih, jabatan Panitera MA

Sugiyanto, jabatan Sekretaris MA

Suprapti, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang

Syamsul Arief, jabatan Kepala Badan Strategis Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA.

2. Calon hakim agung kamar perdata

IG Eko Purwanto, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA

Nurnaningsih, jabatan notaris pada kantor Dr Nurmaningsih

Sobandi, jabatan Kepala Badan Urusan Administrasi MA

Suwarno, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar.

3. Calon hakim agung kamar agama

Achmad Nurul Huda, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA

Mamat Ruhimat, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung

Musthofa, jabatan Panitera Muda Perdata Agama MA

4. Calon hakim agung kamar tata usaha khusus pajak

L.Y Hari Sih Advianto, jabatan hakim Pengadilan Pajak

Maftuh Effendi, jabatan Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara MA

Yeheskiel Minggus, jabatan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang.

Nama calon hakim ad hoc HAM dan ad hoc tipikor, sebagai berikut:

1. Calon hakim ad hoc HAM

Edwin Partogi Pasaribu, jabatan Advokat pada UHP Law Firm

Roki Panjaitan, jabatan Purnabakti Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.

2. Calon hakim ad hoc Tipikor

Andreas Eno Tirtakusuma, jabatan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Surabaya

Sudiyo, jabatan, Plt Kepala Pengadilan Militer I-04 Palembang.

(Achmad Zulfikar Fazli)