Hukum Setimpal Pengendara Arogan, Sahroni: Beri Efek Jera

Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa.

Hukum Setimpal Pengendara Arogan, Sahroni: Beri Efek Jera

Anggi Tondi Martaon • 6 July 2026 19:39

Jakarta: Penangkapan pengendara arogan di Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), yang viral di media sosial (medsos) diapresiasi. Pelaku diminta dihukum setimpal.
?
?"Pelaku harus diproses sesuai hukum agar juga memberi efek jera bagi yang lain,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.
?
?Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menjelaskan, arogansi di jalanan tidak boleh dibiarkan. Menurut dia, berbagai bentuk kekerasan di jalanan harus direspons cepat oleh polisi.

"Karena kalau tindakan arogan seperti ini dibiarkan, ini merupakan bibit yang lama-lama tumbuh menjadi budaya premanisme brutal. Bahkan bisa berujung kepada tindakan kriminal lainnya, karena pelaku sudah terbiasa mengintimidasi orang lain,” ungkap Sahroni.

?Sahroni tidak ingin sifat arogansi dan premanisme di jalanan seperti ini dibiarkan tumbuh di Indonesia. Sebab, dapat meresahkan masyarakat.
?
?“Yang harus kita lawan itu mentalitas merasa paling berkuasa di jalan. Hari ini memukul orang, besok bisa saja mengancam dengan senjata atau melakukan tindakan kejahatan yang lebih ekstrem," ujar Sahroni.

Pelaku FRS (kanan), 37, yang memukul pengendara jalan dengan inisial AA. Foto: X @jakartalk.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja RR diduga melakukan pemukulan terhadap pemotor lain di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyebut pihaknya telah mengamankan terduga pelaku. Kini pengendara tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Jagakarsa.

(Anggi Tondi)