Rudal Iran yang digunakan untuk melakukan serangan ke Israel. Foto: Anadolu
Angkatan Bersenjata Iran Umumkan Operasi Militer ke Israel Telah Dihentikan
Fajar Nugraha • 8 June 2026 18:46
Teheran: Angkatan bersenjata Iran telah mengumumkan penghentian operasi militer terhadap Israel.
“Pada saat bersamaan pihak angkatan bersenjata telah memperingatkan akan adanya serangan yang lebih kuat jika Israel melanjutkan serangan terhadap Lebanon,” menurut kantor berita Fars.
Namun belum dapat memverifikasi laporan ini secara independen dan Israel belum mengeluarkan komentar sebagai tanggapan.
"Oleh karena itu, penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan; tetapi ditekankan bahwa jika agresi dan kejahatan berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan akan segera dilakukan,” demikian pernyataan Khatam ol-Anbiya, dalam laporan Fars, yang dikutip dari Guardian, Senin 8 Juni 2026.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Israel dan Iran berupaya melakukan gencatan senjata segera.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Donald Trump mengatakan, “Israel dan Iran berupaya melakukan gencatan senjata segera dan bahwa negosiasi akhir tentang perdamaian"sedang berlangsung, tanpa memberikan detail lebih lanjut”.
“Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran -,yang diberlakukan untuk melawan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran,- akan tetap berlaku hingga kesepakatan akhir tercapai. Segalanya harus bergerak cepat,” tambah Trump.
Dalam unggahan Truth Social sebelumnya, Trump mengatakan Israel dan Iran harus segera menghentikan aksi saling serang.
Bombardir Lebanon
Lebanon menjadi alasan Iran melepaskan serangan rudal ke Israel. Sebelumnya Israel telah membombardir Lebanon hampir 3.500 kali selama gencatan senjata.“Israel telah melakukan hampir 3.500 serangan udara di Lebanon dan ratusan ledakan terkontrol sejak AS mengumumkan gencatan senjata pada pertengahan April,” kata Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam.
Salam mengatakan, Lebanon berupaya untuk menegakkan gencatan senjata tetapi konflik Iran-Israel terbaru telah menyebabkan gelombang pengungsian tambahan, yang membebani kemampuan Lebanon untuk menampung keluarga yang mengungsi.
Setidaknya 3.613 orang telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon sejak dimulainya perang pada 2 Maret, menurut kementerian kesehatan negara itu. Perang Israel yang kembali berkobar di Lebanon dipicu oleh serangan roket Hizbullah ke Israel utara setelah AS dan Israel membunuh mantan pemimpin tertinggi Iran di Teheran pada 28 Februari.
Lebih dari 1 juta orang telah mengungsi akibat perang Israel yang kembali berkobar di Lebanon, memicu krisis pengungsi dan kemanusiaan yang besar.