Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Foto: dok OJK
OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global
Ihfa Firdausya • 5 June 2026 17:17
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di tengah peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026.
Friderica memaparkan, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berlanjut menyebabkan harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi itu memperkuat ekspektasi suku bunga global lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer, sehingga mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah berbagai negara.
“Di tengah kondisi tersebut, perekonomian global masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansif meskipun dengan laju yang termoderasi,” ujar Friderica di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Ketidakpastian kebijakan moneter dan volatilitas pasar keuangan
Di Amerika Serikat, lanjutnya, perekonomian relatif resilien dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat. Namun tekanan inflasi mulai memengaruhi kepercayaan konsumen.Sementara di Tiongkok, momentum pertumbuhan ekonomi cenderung melemah dengan permintaan domestik dan investasi yang masih tertekan, meskipun kinerja ekspor relatif terjaga.
“Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta volatilitas pasar keuangan, terutama terhadap aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar dia.
Di domestik, Friderica menyebut aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Dari sisi penawaran, kinerja sektor manufaktur kembali ekspansif pada periode Mei 2026.
Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga. Ia menyebut inflasi meningkat pada Mei 2026 seiring tekanan harga energi global tetapi masih berada pada level yang terkendali. Neraca perdagangan pun masih mencatat surplus meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya.