Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Foto: BPMI Setpres.
KPK OTT Rektor Unsoed, Kemendiktisantek Ingatkan Integritas Perguruan Tinggi
Despian Nurhidayat • 21 August 2026 15:37
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengingatkan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga integritas dan tata kelola yang baik. Hal itu merespons operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
“Integritas merupakan fondasi utama perguruan tinggi. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Meski begitu, Kemendiktisantek menunggu keterangan resmi dan hasil pendalaman lebih lanjut dari KPK. Hal tersebut dilakukan sebelum mengambil kesimpulan maupun menentukan langkah selanjutnya.
"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kemdiktisaintek akan mencermati perkembangannya dan berkoordinasi sesuai dengan kewenangan kementerian. Adapun proses penegakan hukum kami serahkan sepenuhnya kepada KPK," kata Brian.
KPK menggelar OTT di wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan operasi senyap itu, tim penyidik menangkap petinggi Unsoed.

Gedung KPK. Foto: dok. Antara.
Di antaranya yaitu Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Kuat Puji Prayitno.
Adapun OTT tersebut terkait dugaan penerimaan uang dalam penerimaan mahasiswa baru. KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah, dan memeriksa sembilan orang secara intensif di Jakarta.