Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa di tenda pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Foto: Dok. Polda NTT.
Anak-Anak Nagekeo Dapat Layanan Trauma Healing dari Polda NTT
Siti Yona Hukmana • 22 August 2026 21:59
Nagekeo: Duka menyelimuti para korban terdampak gempa di tenda pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama anak-anak. Sebagai upaya mengembalikan harapan mereka, Polda NTT memberikan layanan trauma healing.
Layanan itu diberikan langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di NTT tersebut memberikan semangat kepada masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.
"Tidak semua luka terlihat, ada luka yang tersimpan dalam ingatan dan perasaan. Karena itu, pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali keberanian dan rasa aman di hati anak-anak,” kata Kapolda dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Bagi sebagian anak, gempa bukan sekadar guncangan tanah. Suara bangunan yang bergetar, kepanikan orang-orang di sekitar, serta pengalaman harus meninggalkan rumah menjadi kenangan yang dapat membekas dalam ingatan.
Karena itu, trauma healing menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Polri hadir bukan hanya membawa bantuan dan memastikan keamanan, tetapi juga berusaha mengembalikan senyum anak-anak yang sempat hilang karena bencana.
Tawa kecil anak-anak yang mengikuti trauma healing menjadi pemandangan yang menghangatkan di tengah situasi pascagempa di Lapangan Berdikari Danga. Sebab di balik setiap senyum yang kembali muncul, ada harapan bahwa rasa takut perlahan dapat digantikan oleh keberanian.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa di tenda pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Foto: Dok. Polda NTT.
Kehadiran jajaran pimpinan Polri bersama Tim Psikologi Polri di tengah para pengungsi menjadi bukti, bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh. Kebutuhan pangan dan tempat tinggal diperhatikan, keamanan dijaga, kesehatan ditangani, dan trauma masyarakat juga dipulihkan.
Gempa mungkin mengguncang tanah Nagekeo, tetapi kepedulian dan kebersamaan membuat harapan masyarakat tetap berdiri. Polri hadir untuk menjaga, membantu, dan menemani masyarakat Nagekeo melewati masa sulit hingga kembali bangkit.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Dirpolair Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, Kasubbagmonev Bagyanduan Divpropam Polri Kombes Pol. Carlie Syahputra Bustamam bersama anggota, Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, serta Koorspripim Polda NTT Kompol M. Ichwan Nugraha.