Akses Jembatan Ambles di Cipayung Hanya Dibuka untuk Motor

Jalan Kampung Kramat di RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali ditutup akibat jembatan ambles. Foto: Antara.

Akses Jembatan Ambles di Cipayung Hanya Dibuka untuk Motor

Anggi Tondi Martaon • 4 March 2026 08:44

Jakarta: Jajaran Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), membatasi akses jembatan Jalan Kampung Kramat di RW 04, Setu, Cipayun hanya untuk kendaraan roda dua. Pembatasan dilakukan untuk mencegah jembatan tidak semakin ambles.

"Untuk kendaraan roda empat masih dilarang melintas di lokasi karena dinilai terlalu membebani konstruksi jembatan," kata Camat Cipayung, Diman, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.

Langkah tersebut merupakan upaya cepat mencegah kerusakan jembatan supaya kondisinya tak semakin parah.

"Turap di sekitar jembatan mengalami ambles, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tetap dilintasi kendaraan roda empat," ujar Diman.

Sebagai solusi sementara, pihak kecamatan telah memasang pelat baja berukuran sekitar 2x3 meter dengan lebar dua meter. Pelat tersebut dipasang untuk memastikan sepeda motor tetap bisa melintas dengan aman.

Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu penanganan permanen dari Suku Dinas Bina Marga dan pihak pemangku kepentingan terkait. Bagian tepi pelat baja juga telah diaspal agar tidak mudah bergeser saat dilalui kendaraan roda dua.

Menurut Diman, kebijakan ini diambil setelah penutupan total jalan sempat memicu kepadatan di sejumlah ruas alternatif, seperti Jalan Sumir dan Jalan PLN. Dengan dibukanya akses terbatas bagi sepeda motor, beban lalu lintas di jalur sekitar diharapkan dapat berkurang.

"Saat jalan ini ditutup, terjadi kepadatan kendaraan di ruas jalan alternatif. Mudah-mudahan dengan motor sudah bisa lewat, kepadatan bisa terurai," ungkap Diman.

Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Antara/Siti Nurhaliza.

Diman menegaskan, pembatasan ini bersifat sementara hingga perbaikan turap dan badan jalan dilakukan secara menyeluruh. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana (Satpel) Suku Dinas Bina Marga Kecamatan Cipayung untuk mempercepat penanganan.

Selain itu, jalur sempit di sekitar lokasi juga direncanakan dipasangi pelat baja tambahan agar kendaraan roda dua, termasuk pengendara dari arah Bekasi tetap memiliki akses melintas secara bergantian.

Diman mengimbau warga untuk mematuhi aturan pembatasan demi keselamatan bersama. Pengguna kendaraan roda empat dilarang melintas sementara waktu.

“Untuk motor bisa dilalui, tapi untuk mobil sebaiknya menggunakan jalur alternatif lain. Ini demi keamanan kita semua supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih parah," tegas Diman.

Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah kecamatan berharap stabilitas konstruksi jembatan tetap terjaga sekaligus meminimalkan gangguan mobilitas warga hingga perbaikan permanen terealisasi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)