Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Siti Nurhaliza
Jembatan Setu Amblas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas Demi Keamanan
Fachri Audhia Hafiez • 26 February 2026 12:09
Jakarta: Pihak Kelurahan Setu memutuskan untuk membatasi akses kendaraan berat yang melintasi jembatan di Jalan Kampung Kramat, Cipayung, Jakarta Timur. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi struktur jembatan penghubung Jakarta dan Bekasi tersebut yang mengalami retakan serius serta mulai amblas.
"Kendaraan berat tidak boleh melewati lagi untuk menjaga keamanan, sehingga menunggu perbaikan jembatan ini agar tidak ada kerusakan yang lebih parah lagi," ujar Lurah Setu, Dwi Widiastuti, di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Dwi menjelaskan bahwa langkah pembatasan ini sangat krusial mengingat kondisi jembatan yang terus mengalami penurunan dan keretakan yang kian melebar. Pihaknya telah melaporkan temuan ini secara resmi dalam rapat tingkat kecamatan serta bersurat ke berbagai instansi terkait untuk segera mendapatkan penanganan.
"Untuk penanganannya awal kami sudah melaporkan ke pimpinan melalui rapat di kecamatan. Kami pun sudah bersurat ke kecamatan, Dinas Bina Marga, dan rencananya ke PUPR," jelas Dwi.
Karena jembatan tersebut merupakan batas wilayah antarprovinsi, perbaikan struktural berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sebagai langkah pengamanan darurat, kelurahan akan memasang spanduk larangan bagi kendaraan besar, sementara kendaraan roda empat diarahkan ke jalur alternatif.

Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.
Kerusakan jembatan di Kampung Kramat ini diduga kuat akibat faktor usia bangunan serta gerusan arus air pada bagian bawah struktur. Dwi mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum proses perbaikan dimulai.