Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Kontrak Berjangka AS Melemah Tipis, Investor Pantau Hormuz
Husen Miftahudin • 10 August 2026 10:13
New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) pada Wall Street bergerak terbatas pada perdagangan Minggu malam. Investor mulai berhati-hati setelah Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan sepenuhnya dibuka kembali sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan.
Perkembangan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dan dampaknya terhadap inflasi.
Mengutip Investing.com, Senin, 10 Agustus 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,1 persen menjadi 7.775,50 poin. Sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 relatif stabil di level 29.837,75 poin. Sedangkan kontrak berjangka Dow Jones melemah 0,1 persen menjadi 54.076,0 poin.
Iran tetapkan syarat pembukaan Hormuz
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Minggu mengatakan kesepakatan dengan Oman untuk membangun jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.
Namun, kesepakatan tersebut tidak secara otomatis membuat jalur strategis itu kembali terbuka. Teheran masih meminta sejumlah persyaratan, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat, penghentian ancaman militer dan sanksi, serta pencabutan blokade angkatan laut.
Perkembangan tersebut menimbulkan keraguan terhadap harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu cepat. Gangguan di jalur pelayaran utama perdagangan minyak dunia telah memperlambat aktivitas pengiriman.
Menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat AS, Washington berharap kesepakatan antara Iran dan Oman segera tercapai. AS juga disebut akan mencabut blokade pelabuhan Iran setelah pengiriman komersial dapat kembali berlangsung tanpa hambatan.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Wall Street cetak kinerja positif
Pergerakan kontrak berjangka AS terjadi setelah Wall Street membukukan penguatan signifikan pada Jumat. Penguatan saham AS mendapat dorongan dari data ketenagakerjaan yang menunjukkan perekonomian AS kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan 80 ribu pekerjaan.
Data ketenagakerjaan yang lebih lemah turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pada perdagangan Jumat, Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,6 persen sekaligus mencatat level penutupan tertinggi. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,3 persen.
Secara mingguan, kinerja Wall Street juga menunjukkan penguatan signifikan. Indeks S&P 500 melonjak 3,6 persen sepanjang pekan lalu. Nasdaq naik 5,2 persen, sedangkan Dow Jones menguat tiga persen.
Perhatian investor kini beralih ke data inflasi konsumen AS untuk Juli yang dijadwalkan dirilis pada Rabu. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang dicermati pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.