PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana

Ilustrasi Gedung PLN. Foto: dok PLN.

PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana

Ade Hapsari Lestarini • 14 September 2026 22:03

Jakarta: PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Durikosambi terus memperkuat komitmennya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Desa Siaga Bencana PLN di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Program yang dilaksanakan melalui Yayasan Global Care Network (GCN) ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dilaksanakan pada 11–12 September 2026 dan diikuti oleh 50 warga di sekitar Kelurahan Kembangan Selatan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, melakukan langkah-langkah pencegahan, serta mengambil tindakan yang tepat dan aman ketika menghadapi kondisi darurat.

Pembekalan dilakukan dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Warga diajak mengenali berbagai potensi ancaman, memahami kondisi lingkungan, serta memetakan kemampuan dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi keadaan darurat.

Program ini juga mendorong terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai wadah kolaborasi masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Bersama-sama, masyarakat menyusun rencana aksi, sistem peringatan dini, hingga mekanisme evakuasi mandiri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan Kelurahan Kembangan Selatan.

Untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan masyarakat, kegiatan dilengkapi dengan Tabletop Exercise (TTX) atau simulasi berbasis skenario. Melalui simulasi ini, peserta berlatih menghadapi situasi darurat, membangun komunikasi, melakukan koordinasi, menentukan langkah penyelamatan, serta memahami jalur dan mekanisme evakuasi secara tepat.

General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, mengatakan upaya mitigasi bencana perlu dibangun tidak hanya melalui kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik akan lebih siap mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.

"Mitigasi bencana bukan hanya tentang mempersiapkan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk melindungi dirinya ketika menghadapi kondisi darurat. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan mampu merespons bencana dengan tepat," ujar Himmel, dalam keterangan tertulis, Senin, 14 September 2026.


Peserta mengikuti praktik simulasi cara memandu atau mendampingi penyandang disabilitas netra saat berjalan. Foto: dok PLN.
 

 

Upaya membangun kesiapsiagaan bencana


Ia menambahkan, PLN terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama.

"Kami berharap Program Desa Siaga Bencana PLN ini tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi bekal yang terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat akan lebih memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana, sehingga keselamatan dapat menjadi prioritas bersama," tambah Himmel.

Camat Kembangan, Moch. Fahmy Karsawijaya, mengapresiasi inisiatif PLN dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui Program Desa Siaga Bencana PLN di Kelurahan Kembangan Selatan.

"Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis dalam menghadapi kondisi darurat. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak panik dan mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri maupun lingkungan ketika terjadi bencana," ujar Joko.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, PLN, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kami menyambut baik program ini dan berharap dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Kembangan," tambah dia.

Manager PLN UPT Durikosambi, Taufik Rossal Sukma, menyampaikan program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

"Program PLN Peduli ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN, kami ingin membangun kesiapsiagaan bersama agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana," ujar Taufik.

Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN, UPT Durikosambi tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana dan perlengkapan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.

(Ade Hapsari Lestarini)