Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi, Ini Busana dan Etika yang Mesti Dipatuhi

Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi/Jadesta Kemenpar.

Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi, Ini Busana dan Etika yang Mesti Dipatuhi

Daviq Umar Al Faruq • 22 July 2026 14:16

Malang: Aroma bunga tabur menyambut setiap langkah peziarah yang memasuki Pesarean Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di kompleks makam Eyang Djoego dan Eyang RM Imam Soedjono itu, tradisi ziarah masih menjadi alasan ribuan orang datang untuk memanjatkan doa sekaligus mencari ketenangan batin.

Di tengah beragam cerita yang berkembang di masyarakat, pengelola Pesarean Gunung Kawi berupaya meluruskan pemahaman mengenai makna ziarah yang sebenarnya. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram @pesareangunungkawi, pengelola menegaskan bahwa ziarah merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan bukan praktik yang berkaitan dengan kekuatan gaib.

"Ziarah adalah tradisi mengunjungi makam untuk mendoakan dan mengenang para leluhur sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta keteladanan mereka," tulis @pesareangunungkawi.

Pengelola menjelaskan, peziarah yang datang ke Pesarean Gunung Kawi berziarah ke makam Eyang Djoego dan Eyang RM Imam Soedjono. Aktivitas tersebut dilakukan untuk berdoa kepada Tuhan, melakukan refleksi diri, sekaligus menyampaikan harapan akan kebaikan dan keberkahan.

"Di Pesarean Gunung Kawi, peziarah datang ke makam Eyang Djoego dan Eyang RM Imam Soedjono, memanjatkan doa kepada Tuhan, sekaligus melakukan refleksi diri, dan mengungkapkan harapan akan kebaikan serta keberkahan," tulis akun tersebut.
 


Selain menjelaskan makna ziarah, pengelola juga membagikan tata cara yang dianjurkan bagi setiap pengunjung. Salah satunya adalah membawa bunga tabur sebagai simbol penghormatan dan doa, bukan sebagai bagian dari ritual yang diyakini memiliki kekuatan supranatural.

"Pengunjung yang berziarah dianjurkan membawa bunga tabur sebagai simbol penghormatan, doa, dan pengingat akan kefanaan hidup, bukan sebagai bagian dari ritual yang memiliki kekuatan gaib," tulis @pesareangunungkawi.

Pengelola menyediakan kedai bunga tabur di dalam kawasan pesarean dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp10.000. Seluruh pedagang bunga merupakan warga sekitar sehingga keberadaan mereka juga menjadi bagian dari roda ekonomi masyarakat di kawasan wisata religi tersebut.

"Pesarean Gunung Kawi memberi fasilitas kepada pengunjung berupa kedai bunga tabur yang bisa ditemui di dalam area Pesarean dengan harga beli sebesar Rp5.000-Rp10.000," tulisnya.

"Pedagang bunga di area Pesarean Gunung Kawi adalah warga sekitar sehingga pembelian bunga tabur juga akan membantu roda perekonomian penduduk setempat," lanjut keterangan tersebut.


Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi/Jadesta Kemenpar.


Aturan Berpakaian dan Kain Penutup

Suasana hidmat di area makam juga dijaga melalui aturan berpakaian bagi para peziarah. Pengunjung diminta mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah dimakamkan di lokasi tersebut.

"Pengunjung dapat memakai pakaian tertutup yang sopan dan rapi selayaknya pergi berziarah untuk menghormati leluhur yang telah berpulang," tulis @pesareangunungkawi.

Bagi pengunjung yang mengenakan celana atau rok pendek, pengelola menyediakan kain penutup yang dapat dipinjam di Pos Security, tepat di sebelah kanan gapura paling atas kawasan Pesarean Gunung Kawi.

"Kami juga menyediakan kain penutup bagi pengunjung yang menggunakan celana atau rok pendek. Kain penutup bisa dipinjam di Pos Security, tepat di sebelah kanan Gapura paling atas Pesarean Gunung Kawi," tulisnya.

Pengelola juga menegaskan bahwa Pesarean Gunung Kawi terbuka bagi siapa saja tanpa memandang agama maupun keyakinan. Setiap pengunjung dipersilakan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing selama tetap menghormati adat, budaya, dan seluruh aturan yang berlaku di kawasan pesarean.

"Ziarah di Pesarean Gunung Kawi tidak dikhususkan untuk agama tertentu melainkan terbuka bagi seluruh kepercayaan dan keyakinan. Pengunjung dapat berdoa sesuai kepercayaan masing-masing dengan tetap menghormati adat istiadat, budaya, dan peraturan yang berlaku di area Pesarean Gunung Kawi," tulis @pesareangunungkawi.

Usai berziarah, pengunjung akan menerima bingkisan yang dikenal dengan nama Sekar Layon. Bingkisan tersebut berisi bunga dari makam yang telah didoakan oleh banyak peziarah dan menjadi bagian dari tradisi yang telah lama dikenal di Pesarean Gunung Kawi.

"Selesai berdoa dan berziarah, pengunjung akan mendapatkan bingkisan yang dinamakan Sekar Layon. Berisi bunga dari makam yang sudah didoakan oleh banyak orang, Sekar Layon bisa diletakkan di atas pintu rumah atau tempat yang lebih tinggi lainnya untuk menjauhkan pemilik rumah dari hal-hal negatif," tulis keterangan tersebut.

Sebagai informasi, Pesarean Gunung Kawi berada di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata melalui Jadesta serta informasi resmi pengelola, kawasan tersebut telah berkembang menjadi Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi yang memadukan wisata religi, sejarah, budaya, hingga wisata alam, dengan makam Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Imam Soedjono sebagai daya tarik utamanya.

(Whisnu M)