Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Rupiah ke Rp17.127/USD , Ini Dampak Ancaman Blokade AS ke Jalur Minyak Global
Ade Hapsari Lestarini • 14 April 2026 17:49
Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.127 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.135 per USD dari sebelumnya Rp17.122 per USD.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu ancaman AS untuk memperluas blokade terhadap Selat Hormuz hingga Teluk Oman.
"Militer AS mengatakan pada Senin, 13 April 2026, blokade mereka terhadap Selat Hormuz akan meluas ke timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab, sementara data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal berbalik arah di selat tersebut saat blokade mulai berlaku," ucapnya dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Baca Juga :
Rupiah Turun ke Rp17.130/USD Selasa Pagi
CENTCOM AS mulai memblokade jalur maritim strategis
Mengutip Anadolu, Komando Pusat (CENTCOM) AS mulai memblokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai di tengah gencatan senjata.
CENTCOM mengatakan, blokade akan diberlakukan "dengan tidak membeda-bedakan kapal-kapal dari semua negara" yang singgah di pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman, dan menambahkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz ke pelabuhan selain Iran tidak akan terpengaruh.
"Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk setelah runtuhnya pembicaraan akhir pekan di Islamabad yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis tersebut," kata dia.
Di sisi lain, tanda-tanda potensi dialog AS-Iran untuk mengakhiri perang mengurangi kekhawatiran tentang risiko pasokan yang berasal dari blokade AS terhadap Selat Hormuz.
"Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan dialog antara Iran dan AS masih berlangsung, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan," ujar Ibrahim.