Ilustrasi. Foto: Dok MI
Intermediasi Perbankan Terjaga, OJK Yakin Kredit Tumbuh 9,6%
Insi Nantika Jelita • 28 January 2026 15:10
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan kinerja intermediasi perbankan nasional hingga akhir 2025 tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
"Pada Desember 2025, kredit perbankan tercatat tumbuh 9,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.585 triliun," ujarnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip Rabu, 26, Januari 2026.
Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh kredit investasi yang melonjak 20,81 persen. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,58 persen dan kredit modal kerja meningkat 4,52 persen.
Dari sisi kualitas aset, perbankan tetap berada pada level yang sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,05 persen untuk gross dan 0,79 persen untuk net. Adapun Loan at Risk (LAR) relatif stabil di level 8,72 persen yoy.
DPK tumbuh 13,83%
Sementara, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan 13,83 persen yoy menjadi Rp10.059 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13 persen, tabungan 8,19 persen, dan deposito 14,28 persen.Ketahanan sektor perbankan tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level tinggi. "Yakni sebesar 25,87 persen pada Desember 2025," kata Mahendra.
.jpg)
(Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Foto: Dok istimewa)
Likuiditas perbankan pun terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 85,35 persen. Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat 126,56 persen dan 28,50 persen, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.
"Sejalan dengan stabilnya sektor keuangan, pasar saham domestik juga menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV-2025," kata Mahendra.
IHSG menguat sepanjang 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.646,94 per 30 Desember 2025, menguat 7,27 persen secara kuartal dan melonjak 22,13 persen secara tahunan. Penguatan tersebut ditopang oleh peningkatan signifikan rata-rata nilai transaksi harian saham serta aksi beli bersih investor nonresiden yang mencapai Rp37,4 triliun.Di pasar modal, capaian penghimpunan dana tetap berlanjut. Sepanjang 2025, nilai penawaran umum di pasar modal domestik mencapai Rp274,8 triliun, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp259,24 triliun.
Sementara itu, sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun juga mencatat kinerja positif. Total aset industri asuransi per Desember 2025 mencapai Rp1.201,96 triliun atau tumbuh 6,01 persen yoy.
Tingkat permodalan industri asuransi komersial berada pada level yang sangat memadai, dengan risk-based capital (RBC) asuransi jiwa tercatat 485,9 persen.
"Serta, asuransi umum dan reasuransi sebesar 335,22 persen, jauh di atas ambang batas minimum 120 persen," terang Ketua Dewan Komisioner OJK.
Pada industri dana pensiun, total aset tumbuh 11,35 persen yoy menjadi Rp1.679,46 triliun. Aset dana pensiun program sukarela tercatat sebesar Rp411,29 triliun atau tumbuh 7,52 persen. Sementara itu, total aset perusahaan penjaminan meningkat 2,42 persen menjadi Rp47,51 triliun.