Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.
Harga Minyak Dunia 'Naik Dikit' Usai Ambruk Lebih dari 2%
Husen Miftahudin • 26 March 2026 09:18
Houston: Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis dalam perdagangan Asia pada Kamis di tengah pernyataan yang saling bertentangan seputar de-eskalasi di Timur Tengah. Sementara, Iran tengah meninjau proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang.
Mengutip Investing.com, Kamis, 26 Maret 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai harga minyak patokan internasional untuk Mei 2026, naik 0,8 persen menjadi USD103,02 per barel.
Sementara harga minyak mentah WTI berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk masa mendatang, juga naik sebesar satu persen menjadi USD91,20 per barel. Kedua kontrak tersebut sempat turun lebih dari dua persen pada sesi sebelumnya.
| Baca juga: Dolar AS Menguat Tipis |
Menanti 'jawaban' Iran soal gencatan senjata
Pasar mempertimbangkan sinyal diplomatik sementara dari Teheran. Para pejabat dilaporkan sedang meninjau proposal yang diajukan AS untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
Meskipun Iran belum secara resmi menerima rencana tersebut, namun mereka juga belum menolaknya secara terang-terangan, sehingga memunculkan harapan yang hati-hati akan potensi jalan menuju de-eskalasi.
Meskipun demikian, ketidakpastian tetap tinggi, dengan Iran secara terbuka membantah negosiasi langsung dengan Washington dan mengindikasikan adanya perbedaan utama. Kurangnya kejelasan ini membuat para pedagang gelisah, dengan pasar minyak yang lesu pada perdagangan Kamis.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Fluktuasi tajam harga minyak
Harga minyak mengalami fluktuatif tajam dalam beberapa pekan terakhir lantaran konflik di Timur Tengah mengganggu aliran energi dari Teluk, wilayah yang sangat penting bagi pasokan minyak mentah global. Minyak mentah Brent bahkan sempat melonjak di atas USD119 per barel pada awal bulan ini karena kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Selat Hormuz, jalur transit vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak global, tetap menjadi titik fokus bagi pasar, dan setiap ancaman terhadap pengiriman melalui jalur air tersebut kemungkinan akan memicu lonjakan harga lebih lanjut.
Pada Rabu kemarin, harga minyak sempat turun setelah laporan tentang potensi negosiasi mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang telah terbentuk di pasar minyak mentah.
Investor juga mengamati dengan seksama sinyal dari Washington, di mana para pejabat telah memperingatkan akan adanya tindakan yang lebih keras jika Iran tidak terlibat secara konstruktif, yang menambah ketidakpastian lain pada prospek perdamaian tersebut.