Dolar AS. Foto: tpfx.co.id
Dolar AS Menguat Tipis
Husen Miftahudin • 26 March 2026 08:48
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan ini terjadi di tengah laporan AS mulai 'menyerah' dengan menyodorkan 'rencana gencatan senjata 15 poin'.
Mengutip Xinhua, Kamis, 26 Maret 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,18 persen menjadi 99,614.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1578 dari USD1,1569 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3382 dari USD1,3366 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 159,28 yen Jepang, lebih tinggi dari 159,14 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,791 franc Swiss dari 0,7918 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga bertambah menjadi 1,3808 dolar Kanada dari 1,3783 dolar Kanada. Dolar AS jatuh menjadi 9,332 kronor Swedia dari 9,3669 kronor Swedia.
| Baca juga: Dolar AS Masih Tertekan |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Rencana gencatan senjata AS-Iran
Perkembangan geopolitik mendominasi sentimen pasar setelah media AS melaporkan rencana gencatan senjata telah dikirimkan ke Iran.
Mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya di Islamabad, laporan selanjutnya menunjukkan Iran menerima proposal 15 poin dari AS, yang dilaporkan disampaikan melalui saluran diplomatik Pakistan.
Harga minyak pun langsung bereaksi cepat terhadap laporan diplomatik awal, dengan harga minyak berjangka merosot sebelum sedikit pulih pada Rabu sore.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak AS, turun 2,2 persen dalam perdagangan baru-baru ini dan ditutup pada USD90,32 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional, turun menjadi USD102,22 per barel, turun dari penutupan Selasa di USD104,49.