Pembangunan Flyover Latumenten Capai 83%, Ditargetkan Beroperasi 2027

Progres pembangunan flyover Latumenten mencapai 83%. Foto: Istimewa.

Pembangunan Flyover Latumenten Capai 83%, Ditargetkan Beroperasi 2027

Siti Yona Hukmana • 24 October 2026 04:09

Jakarta: Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, hampir rampung. Progres pengerjaan mencapai 83%.

"Hari ini saya memonitor langsung pembangunan Flyover Latumenten,Jakarta Barat. Saya dapat laporan pembangunannya sudah mencapai 83 persen, makanya langsung saya cek benar atau tidaknya," kata Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Kenneth memeriksa sejumlah bagian flyover yang memiliki panjang total 800 meter itu. Berbekal laporan dari pihak kontraktor, ia memastikan kesesuaian antara progres pembangunan yang dilaporkan dan kondisi di lapangan.

Meski progres pembangunan mencapai 83%, pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengingatkan kontraktor agar tetap bekerja sesuai target. Berdasarkan instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pembangunan Flyover Latumenten ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Terkait kendala pembangunan, Kent mengungkapkan, kontraktor sempat mengeluhkan keterbatasan ruang kerja di lokasi proyek. Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, tidak ditemukan kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.

“Kendala yang dihadapi itu kontur yang terlalu sempit, tapi sampai detik ini saya lihat tidak ada masalah yang signifikan ya. Lalu, yang sempat dikeluhkan itu macet, tapi kita lihat belakangan ini sudah mulai terurai lah macetnya,” ungkap Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.

Peta pembangunan flyover Latumenten, Grogol. Foto: Antara.

Selain untuk mengurai kemacetan, Flyover Latumenten akan dilengkapi fasilitas publik guna menunjang mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi halte TransJakarta dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift untuk memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

Kent berharap Flyover Latumenten bisa beroperasi pada Januari 2027. Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jakarta Barat.

"Saya berharap proyek tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di kawasan Latumenten, Jakarta Barat ini," kata Kent.

Sementara itu, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengatakan masyarakat telah lama menantikan penyelesaian pembangunan Flyover Latumenten tersebut. Keberadaan flyover dinilai sangat penting karena perlintasan sebidang kereta api di kawasan itu kerap menghambat aktivitas warga dan memicu kemacetan panjang.

“Maka dari itu, warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kenneth dan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Raditian.

Antusiasme serupa juga disampaikan Ema, warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar. Ia mengaku senang dengan pembangunan flyover yang diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di sekitar perlintasan kereta api.

“Sudah lama kami menunggu (Flyover Latumenten) ini. Ketika Pak Kenneth hadir, langsung cepat dibangun. Alhamdulillah, kami bangga dan senang,” ujar Ema.

(Siti Yona Hukmana)