Pemprov DKI Siapkan Rp5,07 Triliun untuk Elektrifikasi Bus TransJakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Pemprov DKI Siapkan Rp5,07 Triliun untuk Elektrifikasi Bus TransJakarta

Nattasya Amani Vrazeti • 12 October 2026 19:00

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp5,07 triliun untuk mendanai pembiayaan elektrifikasi sebanyak 3.782 armada Bus TransJakarta. Kesepakatan ini menjadi penugasan dengan skema dan nilai terbesar di antara kerja sama BUMD, BUMN, serta perangkat daerah.

“Pembiayaan untuk elektrifikasi armada TransJakarta, 5,07 triliun,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Pramono menjelaskan, alokasi anggaran bernilai fantastis tersebut disiapkan guna merealisasikan target pengoperasian 100 persen bus ramah lingkungan di Jakarta. Khusus yang berbasis listrik, hybrid, maupun hidrogen.

“Busnya kurang lebih 3.800 lebih dan sekarang ini kita sudah mempunyai 500 bus listrik,” kata Pramono.


Ilustrasi Bus TransJakarta. Foto: Dok. MI.

Menurut Pramono, efektivitas penekanan polusi udara di Jakarta diproyeksikan baru akan terlihat maksimal seiring dengan rampungnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang dan Tunjungan pada 2029. “Sehingga dengan demikian persoalan polusi di Jakarta seharusnya sudah selesai,” ucap Pramono.

Pramono menggarisbawahi bahwa penanganan polusi udara di Jakarta sangat bergantung pada penerapan kebijakan energi bersih di wilayah-wilayah penyangga. Penggunaan batu bara pada sektor industri maupun pembangkit listrik di kawasan Suralaya dinilai masih menjadi tantangan utama pemicu emisi.

“Nanti pada saatnya saya pasti akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat berkaitan dengan bagaimana pembangkit listrik ataupun penggunaan listrik di dalam industri di Suralaya, selama masih diizinkan, saya yakin ini menyebabkan persoalan polusi yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

(Fachri Audhia Hafiez)