Harga Emas Hari Ini Dibayangi Inflasi dan Penguatan Dolar AS

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Hari Ini Dibayangi Inflasi dan Penguatan Dolar AS

Eko Nordiansyah • 14 October 2026 11:20

Jakarta: Harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan setelah kembali gagal menembus zona resistance USD4.200-USD4.226. Gerak emas dipengaruhi oleh rilis data inflasi dan penguatan dolar AS.

Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, penolakan harga di area tersebut membentuk Swing High baru dan membuka peluang koreksi lanjutan menuju support USD4.102–USD4.065.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, kegagalan menembus resistance menjadi sinyal yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pergerakan XAUUSD. Selama harga masih tertahan di bawah zona USD4.200-USD4.226, tekanan bearish berpotensi berlanjut.

"Kondisi ini menunjukkan momentum beli belum cukup kuat untuk mendorong harga melewati area resistance utama," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pada time frame harian, pergerakan emas berpotensi membentuk pola ABC Correction. Pola tersebut menggambarkan kemungkinan berlanjutnya fase koreksi harga sebelum muncul momentum baru. Jika tekanan jual tetap dominan, emas berpeluang bergerak menuju area support USD4.102-USD4.065.

"Namun, pergerakan tersebut tetap bergantung pada respons harga terhadap level teknikal dan perubahan sentimen pasar," ujar dia.


(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)

Prospek emas dipengaruhi inflasi AS dan arah kebijakan The Fed

Geraldo mengatakan, apabila inflasi AS tetap tinggi, bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Ekspektasi suku bunga yang tinggi dapat menjadi tekanan bagi emas karena investor akan mempertimbangkan daya tarik instrumen lain yang menawarkan imbal hasil.

"Kebijakan moneter ketat juga berpotensi menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Penguatan dolar dapat membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain," kata dia.

Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga atau pendapatan berkala. Kombinasi faktor tersebut dapat memperkuat tekanan terhadap harga emas, terutama jika data ekonomi AS mendukung ekspektasi suku bunga akan bertahan tinggi.

"Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan inflasi dan pernyataan pejabat The Fed untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter," ungkap dia.

Risiko geopolitik global masih menopang permintaan emas

Ketidakpastian politik dan konflik internasional dapat mendorong investor mencari instrumen yang dinilai mampu membantu melindungi nilai aset ketika volatilitas pasar meningkat. Sentimen ini berpotensi menahan pelemahan emas atau memicu pemulihan apabila permintaan aset lindung nilai meningkat.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat peluang koreksi emas masih terbuka selama XAUUSD belum mampu menembus resistance USD4.200-USD4.226. Area USD4.102-USD4.065 menjadi support yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut.

Meski skenario bearish masih menjadi perhatian, ia menyebut, perubahan ekspektasi suku bunga maupun meningkatnya ketegangan geopolitik dapat mengubah arah pergerakan harga. Oleh karena itu, level teknikal dan perkembangan ekonomi global perlu dipantau secara bersamaan.

"Proyeksi ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar, bukan kepastian arah harga atau rekomendasi transaksi," jelas Geraldo.

(Eko Nordiansyah)