Mesir Kecam Operasi Israel di Suriah, Desak Penarikan Pasukan

Mesir mengecam operasi Israel di Suriah, termasuk proyek Sufa 53 di Quneitra. (Anadolu Agency)

Mesir Kecam Operasi Israel di Suriah, Desak Penarikan Pasukan

Willy Haryono • 5 October 2026 20:31

Kairo: Mesir mengecam berlanjutnya operasi Israel di Suriah dan menyerukan agar Israel menarik diri dari wilayah Suriah yang didudukinya.

Dalam pernyataannya, Senin, 5 Oktober 2026, Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam keras pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap kedaulatan Suriah, termasuk dimulainya kembali pekerjaan penggalian dan pembangunan militer di pedesaan Quneitra serta operasi militer di sejumlah wilayah lain di Suriah bagian selatan.

Melansir dari Anadolu, pihak kementerian menolak langkah dan kebijakan Israel yang dinilai bertujuan “memaksakan realitas baru di lapangan” di Suriah.

Menurut Kementerian Luar Negeri Mesir, tindakan Israel merupakan “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah, hukum internasional, serta Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974."

Mesir menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah serta menyerukan Israel menarik diri dari wilayah Suriah yang didudukinya.

Israel pada Minggu lalu kembali melakukan pekerjaan penggalian sebagai bagian dari proyek “Sufa 53” di pedesaan Quneitra selatan. Sementara itu, pasukan Israel pada Sabtu melakukan operasi ke desa Saida al-Golan dan Abdin di pedesaan Daraa bagian barat.

Proyek “Sufa 53," yang juga dikenal sebagai “Great Storm," dimulai Israel pada pertengahan 2022 di sekitar kota Hader, Quneitra utara, sebelum diperluas ke sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Perluasan proyek itu membuat ribuan hektare lahan pertanian di pedesaan Quneitra tidak dapat digunakan untuk pertanian dan penggembalaan serta memengaruhi aliran air dan lanskap alami wilayah tersebut, menurut keterangan warga setempat sebelumnya.

Sejak rezim Bashar al-Assad jatuh pada 8 Desember 2024, Israel memperluas operasi militernya di Suriah. Pasukan Israel bergerak memasuki zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki serta sejumlah posisi di sekitarnya.

Suriah telah menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayah yang didudukinya dan kembali menegaskan komitmennya terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974. Sementara itu, Israel menyatakan tindakannya didorong oleh pertimbangan keamanan.

Baca juga: Mesir Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat

(Willy Haryono)