Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Akselerasi Penataan Kabel Jakarta Dinilai Penting
Nattasya Amani Vrazeti • 29 October 2026 00:42
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penataan kabel semrawut menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) utama infrastruktur di Jakarta. Khususnya terkait keberadaan kabel tumpang tindih di persimpangan jalan.
“Infrastruktur yang PR-nya paling banyak itu ya apa, kabel yang seliwer (kabel semrawut). Terutama kalau kita lihat di perempatan itu, kita sudah enggak tahu mana kabel listrik, kabel fiber optic, mana yang lain,” kata Airlangga dalam acara Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together di Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Airlangga menilai pembenahan jaringan utilitas merupakan hal krusial untuk diprioritaskan demi mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global. Ia menekankan bahwa sebagai service city, Jakarta tidak hanya membutuhkan jalan yang memadai dan bebas banjir, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital yang tertata rapi.
“Jadi sebagai service city, dia harus mempunyai infrastruktur bukan hanya jalan dan tidak banjir, tetapi juga network fiber optic juga sangat diperlukan,” ujar Airlangga.

Ilustrasi kabel. Foto: Media Indonesia/Ramdani.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berupaya merapikan jaringan utilitas tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan bahwa pemindahan kabel udara ke bawah tanah dilakukan melalui Dinas Bina Marga yang bekerja sama dengan badan usaha swasta, sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penataan Utilitas Terpadu.
“Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian apa merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” ujar Pramono saat meninjau proyek Saranan Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2026.
Pemprov DKI menargetkan penurunan kabel udara sepanjang 6.500 kilometer ke bawah tanah rampung dalam waktu lima tahun. Proses penurunan kabel ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan jaringan komunikasi terlebih dahulu, sebelum melangkah ke pemindahan kabel listrik yang membutuhkan koordinasi teknis lebih lanjut dengan PT PLN.