Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)
Kremlin Sebut Zelensky Tak Punya Kemauan Politik untuk Akhiri Perang
Willy Haryono • 12 October 2026 18:25
Moskow: Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Ukraina memiliki presiden baru mencerminkan apa yang disebutnya sebagai kurangnya kemauan politik Presiden Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri perang.
Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Senin, 12 Oktober 2026, Peskov mengatakan Zelensky harus mengambil tanggung jawab dan membuat “keputusan sulit” untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.
“Trump mengatakan dia yakin sudah waktunya bagi presiden baru. Mengapa? Karena presiden Ukraina harus membuat keputusan yang sangat penting dan sangat sulit untuk menghentikan perang,” kata Peskov.
“Sekarang pilihannya adalah, antara Zelensky akan mengemban tanggung jawab dan menunjukkan kemauan politik, atau justru tidak,” lanjutnya. Peskov mengatakan Zelensky saat ini tidak memiliki kemauan untuk mengambil langkah tersebut.
Pernyataan Peskov disampaikan setelah Trump pada Sabtu menyerukan agar Ukraina “mendapatkan presiden baru”. Trump menuding Zelenskyy telah melewatkan sejumlah kesempatan untuk mengakhiri perang.
Trump juga mengkritik serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Menurutnya, serangan terhadap kilang minyak dapat memperburuk kekurangan bahan bakar global dan berdampak pada petani serta peternak di Amerika Serikat.
Pada Minggu, Zelensky mengatakan dirinya siap menggelar pemilihan presiden di Ukraina jika Rusia menyetujui gencatan senjata penuh selama 60 hari.
Zelensky juga mengatakan Kyiv siap mengambil langkah menuju deeskalasi, termasuk melalui gencatan senjata bersama terhadap infrastruktur energi.
Di hari yang sama, Trump mengatakan Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata segera yang mencakup serangan terhadap infrastruktur energi. Namun, Trump tidak memberikan perincian mengenai kesepakatan tersebut.
Zelensky kemudian menulis di platform media sosial X bahwa pengumuman Trump mengenai gencatan senjata terhadap infrastruktur energi merupakan “kabar baik." Namun, ia mengatakan serangan Rusia masih berlanjut, termasuk terhadap sebuah pembangkit listrik di Kharkiv.
Baca juga: Menteri Pendidikan Jerman Kritik Trump soal Seruan Ganti Presiden Ukraina