Usut Kasus Penganiayaan Koordinator BEM UI, Polisi Periksa 26 CCTV

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.

Usut Kasus Penganiayaan Koordinator BEM UI, Polisi Periksa 26 CCTV

Gabriella Thesa Widiari • 14 October 2026 07:00

Jakarta: Polisi tengah mengusut kasus penganiayaan hingga pengancaman terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2024, Hafidz Hernanda. Sejumlah saksi dan puluhan CCTV diperiksa untuk mengungkap kasus tersebut.

"Subdit Jatanras sudah memeriksa saksi sebanyak tujuh orang dan menyisir beberapa CCTV dari tempat kejadian perkara maupun beberapa titik. Sekitar kurang lebih ada 26 titik CCTV yang sudah didapatkan," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Selain memeriksa saksi dan rekaman kamera pengawas, polisi mengamankan barang bukti berupa sarung tangan lateks, peci, kacamata, lakban, dan kain sarung. Polisi kini telah menaikkan status penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

"Saat ini dibawa ke Puslabfor Bareskrim Polri untuk dilakukan analisa dan lidik lainnya. Perkara sudah ditingkatkan dari lidik menjadi sidik," ujar Imron.

Kasus ini bermula saat BEM UI melaporkan aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap Hafidz pada Minggu, 4 Oktober 2026. Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan.

"Menimbang urgensi dari kasus ini, BEM UI dengan persetujuan korban telah menaruh laporan kepada pihak kepolisian atas delik pencurian disertai kekerasan di jalan umum, penganiayaan terencana, dan pengancaman," ujar Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.


Ilustrasi CCTV. Foto: dok. Antara. 

Peristiwa penganiayaan terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang usai menghadiri kegiatan konsolidasi organisasi. Akibat penyerangan itu, korban mengalami cedera kepala, luka memar di wajah, luka robek pada bibir, serta lecet di area punggung dan kaki.

Dalam pelaporannya, BEM UI menyerahkan dokumen pendukung berupa hasil pemeriksaan kesehatan dari Rumah Sakit Tebet dan RS UI. Korban kini masih menjalani proses pemulihan setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

(Gabriella Thesa Widiari)