Pawai Budaya Nusantara di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Metrotvnews.com/Arini
Rano Karno: Bukan Hanya Betawi, Semua Budaya Ada di Jakarta
Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 14:00
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan Jakarta bukan hanya milik budaya Betawi. Beragam budaya juga ada di Ibu Kota.
“Kita sadar, Jakarta ini bukan hanya Betawi. Ada Jawa, ada Bugis, ada China, ada Ambon, ada Bali, semuanya ada di sini,” ujar Rano dalam Gelaran Festival Sarendo-Rendo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu 18 Oktober 2026.
Menurut Rano, keberagaman budaya menjadi alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar program Jakarta Penuh Warna setiap dua bulan sekali. Program tersebut menampilkan semua kebudayaan di Jakarta.
“Semuanya ada di sini, karena itu kami katakan, per dua bulan sekali, kita membuat program yang kita sebut Jakarta Penuh Warna, nah kita tampilkan semua kebudayaan yang ada di Jakarta,” ujar Rano.
Rano menyebut hampir semua sanggar di Jakarta dilibatkan dalam kegiatan budaya Pemprov DKI. Menurut Rano, pelaku seni merasa senang karena kegiatan itu menjadi tempat mereka menyalurkan apresiasi.
“Mereka bahagia, di sinilah tempat mereka menyalurkan apresiasinya,” ujar Rano.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Jakarta. Metrotvnews.com/Arini
Keberagaman dalam Festival Sarendo-Rendo yang digelar 17-18 Oktober 2026, untuk merayakan Hari Kebudayaan Nasional. Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Taman Lapangan Banteng, dan dilanjutkan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan menampilkan sejumlah gelaran.
Festival Sarendo-Rendo yang diadakan di kawasan Bundaran HI, menyajikan Pawai Budaya Nusantara, meliputi parade pakaian adat, tanjidor, ondel-ondel, atraksi silat, pertunjukan marching band atau drum corps, penampilan tari massal, serta kostum yang mewakilkan berbagai daerah.
Pawai serta gelaran itu dihadiri para sultan dan raja se-Nusantara yang sedang bermusyawarah di Jakarta. Rano mengundang para sultan dan raja se-Nusantara kembali hadir saat Jakarta berusia 500 tahun atau lima abad pada 2027.
(Arini Noviawati Gunawan)