Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Utamakan Respons Cepat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, dalam program Kontroversi. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.

Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Utamakan Respons Cepat

Muhamad Marup • 16 October 2026 15:05

Jakarta: Banyak pihak mulai mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, bencana nasional hanya status.

"Terlepas dari itu semua, (bencana nasional) itu hanya status ya," ujar Kristomei, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, untuk menetapkan status bencana nasional ada indikator-indikator yang harus terpenuhi. Menurutnya, terlepas dari permasalahan status, paling penting adalah respons cepat ketika terjadi bencana.

"Inti dari bagaimana kita menanggulangi bencana adalah bagaimana kita secara cepat untuk merespons," jelasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, dalam program Kontroversi. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.

Kristomei menekankan, respons cepat penting untuk mencegah semakin banyak masyarakat terdampak bencana. Sebagai Kepala BNPB yang baru, lanjutnya, respons cepat jadi salah satu fokus.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana juga penting dalam respons cepat. Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus bisa membuat sistem mengingat bencana-bencana yang berulang.

"Nah itu kan langkah-langkah antisipatif apa yang harus bisa kita kerjakan, baik dari pemerintah perusahaan atau BNPB maupun pemerintah daerah," katanya.

Kristomei menegaskan, penanggulangan bencana bukan hanya semata-mata tugas BNPB. Dengan demikian, sinkronisasi antarpemerintah, termasuk swasta dan masyarakat.

"Tidak ada perorangan di sini, adalah super team, kita harus bergerak bersama-sama, karena dampaknya juga dirasakan oleh bersama-sama," ucapnya.

(Muhamad Marup)