Wakapolri Wahyu Hadiningrat. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Wakapolri Ungkap 4 Tantangan yang Dihadapi Polri
Anggi Tondi Martaon • 8 October 2026 15:12
Jakarta: Polri disebut menghadapi empat tantangan. Hal itu disebabkan berbagai dinamika yang berkembang saat ini.
"Di tengah berbagai dinamika, Polri dihadapkan pada empat tantangan," ujar Wakapolri Wahyu Hadiningrat dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Wahyu menyampaikan, tantangan pertama yaitu ancaman keamanan dan kejahatan. Tantangan tersebut terdiri dari terorisme radikalisme.
"Sejak 2023, kita sebut zero attack. Jadi tidak ada serangan terorisme. Polri mengedepankan preventif strike, kemudian deradikalisasi, edukasi, dan usaha lainnya," ungkap Wahyu.
Kemudian ancaman peredaran narkoba, penyelundupan, penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi, dan kejahatan pangan.
"Subsidi pupuk dan minyak itu rantai pasoknya sampai ke masyarakat dikawal oleh Polri selama ini," sebut Wahyu.

Wakapolri Wahyu Hadiningrat. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Polri bentuk Desk Ketenagakerjaan
Tantangan kedua yaitu ekonomi dan usaha. Wahyu menjelaskan tantangan sektor ini terdiri dari kejahatan konvensional, ketenagakerjaan, dan hubungan industrial.
"Jadi di bidang ketenagakerjaan ini Polri baru membentuk Desk Ketenagakerjaan. Ini yang mempersingkat proses terjadinya selisih (perselisihan) antara tenaga kerja dan pengusaha," ujar Wahyu.
Tantangan ketiga yaitu dinamika sosial masyarakat, yaitu penyampaian aspirasi. Dalam penyampaian aspirasi, Polri memiliki paradigma yang baru dalam penanganannya, yakni dari menghadapi massa menjadi melayani massa.
"Awalnya itu crowd control, pengerahan pasukan dan seterusnya, kalau sekarang crowd management yang lebih mengedepankan preventif, dialogis, dan negosiasi," kata Wahyu.
Terakhir, keselamatan masyarakat dan kemanusiaan. Salah satunya operasi lalu lintas.