Belanja APBN Capai 59,7%, Kemenkeu Dorong Percepatan hingga Akhir 2026

Menkeu Suahasil Nazara dalam acara Antara Business Forum di Fairmont Hotel, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Belanja APBN Capai 59,7%, Kemenkeu Dorong Percepatan hingga Akhir 2026

Andika Fauzan Azhari • 23 September 2026 14:22

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mencatat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus telah mencapai 59,7 persen dari total target tahunan.
 
Guna memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian, Kemenkeu terus mendorong percepatan penarikan belanja negara di sisa paruh kedua tahun ini. Langkah percepatan ini diarahkan agar penyerapan anggaran tidak lagi tertumpuk secara masif di penghujung tahun.
 
Meski begitu, Suahasil menekankan faktor kecepatan harus dibarengi dengan efisiensi agar setiap rupiah belanja negara dapat berdaya guna secara fleksibel di tengah dinamika perekonomian global.
 
"Belanja negara telah dibelanjakan 59,7 persen dari target. Seperti biasa belanja negara ini menjelang akhir tahun biasanya ada percepatan. Tapi kita juga mendorong percepatan belanja dari seawal mungkin, dari sejak bulan Agustus, bulan September, sehingga dia tidak menumpuk di akhir tahun," jelas Suahasil dalam Antara Business Forum di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
 
Suahasil juga menambahkan dorongan akselerasi belanja tersebut wajib diimbangi dengan disiplin tata kelola, sehingga arus kas negara benar-benar menjadi penggerak bagi aktivitas perekonomian riil di masyarakat.
 



(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
 

Pastikan efisiensi dan jaga defisit tetap kredibel

 
Suahasil menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk cermat dalam mengeksekusi program prioritas. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan realisasi yang cepat tetap sejalan dengan asas efektivitas dan keterukuran hasil.
 
Di samping itu, pengelolaan porsi defisit anggaran terus dipantau secara ketat agar APBN tetap adaptif dalam merespons volatilitas ekonomi global, sekaligus menjaga batas aman stabilitas fiskal nasional.
 
"Potensi untuk mengejar percepatan belanja negara ini menurut saya harus kita jalankan, tetapi pada saat yang bersamaan memastikan belanja negara yang dipercepat itu berlangsung secara efisien. Jadi bukan hanya sekadar dia cepat, tapi dia juga efisien sehingga berdaya guna," tambah Suahasil.
 
Dengan kombinasi percepatan belanja yang efisien serta kerangka defisit yang terukur, Menkeu optimistis APBN dapat terus berperan sebagai peredam gejolak (shock absorber) sekaligus pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

(Husen Miftahudin)