Ilustrasi. Foto: Freepik.
Siap-siap! Harga Emas Hari Ini Diproyeksikan Menguat
Eko Nordiansyah • 17 June 2026 10:45
Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Dukungan dari analisis teknikal yang masih positif, ditambah sentimen fundamental yang berpihak pada aset safe haven, menjadi faktor utama yang diperkirakan menjaga momentum kenaikan logam mulia dalam jangka pendek.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan Gold (XAU/USD) pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish yang cukup solid. Hingga sesi perdagangan pagi, harga masih mampu bertahan di atas area support penting sehingga tekanan beli dinilai masih mendominasi pasar.
Geraldo menjelaskan bahwa harga belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan. Salah satu indikasinya adalah belum adanya penutupan candle di bawah area support kedua yang sebelumnya berhasil dipertahankan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli masih cukup besar sehingga peluang kenaikan harga emas masih terbuka.
"Dalam kondisi saat ini, struktur bullish masih tetap terjaga. Selama harga mampu bertahan di atas area support, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih cukup besar," ujar Geraldo dalam analisisnya dikutip Rabu, 17 Juni 2026.
Pasar mulai kembali melakukan aksi beli
Secara teknikal, harga juga telah membentuk swing low baru di area 4.328. Level tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai kembali melakukan aksi beli ketika harga mendekati area support. Munculnya swing low baru biasanya menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai berkurang dan pembeli kembali mengambil kendali pasar.Apabila area support tersebut tetap mampu dipertahankan, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju resistance terdekat di level 4.354. Jika momentum beli terus meningkat, kenaikan berpotensi berlanjut hingga menguji resistance berikutnya di kisaran 4.369.
Selain struktur harga yang masih mendukung tren naik, indikator Stochastic juga memperlihatkan sinyal positif. Saat ini indikator tersebut masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski berada di zona overbought sering kali menjadi peringatan bahwa harga telah naik cukup tinggi, hingga saat ini belum muncul sinyal pembalikan arah yang kuat.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bullish masih mendominasi pergerakan emas dalam jangka pendek," ungkapnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Dari sisi fundamental, harga emas masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara, hingga ketegangan geopolitik masih menjadi faktor yang mendorong investor mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman.
Dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil, emas kembali menjadi salah satu pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset mereka. Permintaan terhadap logam mulia pun cenderung meningkat ketika risiko global masih tinggi, sehingga ikut menopang kenaikan harga.
Pelemahan dolar AS hingga suku bunga Fed
Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap emas dan mendorong harga bergerak lebih tinggi.Faktor lain yang ikut mendukung penguatan emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi menurun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah karena emas memang tidak memberikan bunga atau imbal hasil tetap. Situasi tersebut membuat emas menjadi lebih menarik sebagai alternatif investasi.
Pasar juga mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve berpotensi mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar apabila kondisi ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut menjadi sentimen positif bagi harga emas karena biasanya diikuti pelemahan dolar AS.
Perhatian investor kini tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur. Jika data-data tersebut menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga akan semakin besar. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memberikan tambahan dorongan bagi harga emas dalam beberapa waktu ke depan.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung positif. Dukungan dari struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru di area support, serta indikator yang masih menunjukkan momentum kenaikan menjadi sinyal bahwa tren penguatan belum berakhir.
Di sisi lain, sentimen fundamental berupa tingginya permintaan aset safe haven, pelemahan dolar AS, turunnya imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish juga menjadi faktor yang menopang pergerakan emas.
"Selama harga mampu bertahan di atas level support 4.328, peluang kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih terbuka dalam jangka pendek," ujar dia.