Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)
Rusia Klaim Kuasai 220 Permukiman Ukraina Sejak Awal 2026
Willy Haryono • 19 September 2026 17:36
Moskow: Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya telah menguasai lebih dari 5.300 kilometer persegi wilayah Ukraina dan lebih dari 220 permukiman di negara tetangganya itu sejak awal 2026.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, 19 September 2026, pihak kementerian menyebut lebih dari 670 kilometer persegi wilayah dan 27 permukiman berada di bawah kendali Rusia sepanjang September. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Mengutip dari Yeni Safak, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya juga terus menjalankan operasi untuk membentuk zona keamanan di wilayah perbatasan Ukraina, khususnya di Provinsi Sumy dan Kharkiv.
Di wilayah Kharkiv bagian timur laut, Rusia mengklaim telah mengurangi wilayah yang berada di bawah kendali Ukraina seluas 152 kilometer persegi sejak 5 September. Moskow juga menyebut telah merebut sembilan permukiman serta menimbulkan sekitar 700 korban di pihak Ukraina dalam periode tersebut.
Operasi di Perbatasan
Di Provinsi Zaporizhzhia, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya bergerak menuju Kota Zaporizhzhia dari sejumlah arah. Empat permukiman disebut telah berada di bawah kendali Rusia sejak awal September.Pertempuran, menurut kementerian tersebut, masih berlangsung di sejumlah bagian Kota Orikhiv. Pertempuran paling intens disebut terjadi di sekitar aglomerasi Kramatorsk-Sloviansk, termasuk wilayah dekat Sloviansk, Kramatorsk, dan Druzhkivka.
Rusia juga mengklaim terjadi pertempuran jalanan di pusat Kota Dobropillia. Pasukan Rusia disebut tengah melakukan operasi untuk merebut Oskil, Krymky, dan Studenok, sementara operasi pembersihan disebut berlangsung di kawasan permukiman Krasnyi Lyman dan Sviatohirsk.
Klaim mengenai perkembangan di sejumlah wilayah tersebut datang ketika kondisi medan perang masih berubah cepat. Sejumlah laporan analisis independen dalam beberapa hari terakhir juga mencatat adanya pertempuran dan pergerakan pasukan Rusia di sekitar Dobropillia dan kawasan Sloviansk-Kramatorsk, tetapi tidak seluruh klaim penguasaan wilayah Rusia dapat dikonfirmasi secara independen.
Kementerian Pertahanan Rusia turut menuduh pemerintah Ukraina menjalankan apa yang disebutnya sebagai "kampanye informasi agresif" dengan dukungan media Barat dan pakar militer.
Menurut Moskow, kampanye tersebut bertujuan menggambarkan operasi militer Ukraina di medan perang sebagai keberhasilan besar.
Baca juga: Putin Sebut Rusia Tak Punya Niat Agresif terhadap Eropa, Siap Pulihkan Hubungan