Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
Putin Sebut Rusia Tak Punya Niat Agresif terhadap Eropa, Siap Pulihkan Hubungan
Willy Haryono • 19 September 2026 15:27
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa dan menyatakan Moskow siap bekerja sama serta memulihkan hubungan dengan negara-negara Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam pertemuan Komisi Industri-Militer Rusia pada Jumat kemarin.
Dalam kesempatan itu, Putin juga menuding sejumlah pemimpin Eropa sedang mempersiapkan perang dengan Rusia dan menggunakan konflik di Ukraina serta dugaan ancaman dari Moskow untuk membenarkan kebijakan mereka.
“Saya ingin menyatakan sekali lagi: Rusia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa atau negara-negara Eropa. Tidak ada dasar untuk itu sama sekali. Kami siap bekerja sama dan memulihkan hubungan dengan negara-negara tetangga kami di Eropa,” kata Putin, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 19 September 2026.
Putin juga mengkritik latihan militer sejumlah negara Eropa di Laut Baltik. Ia mengatakan latihan tersebut, menurut penilaiannya, mencakup skenario untuk melakukan penyitaan terhadap kapal sipil.
“Mereka terus berbicara tentang mempertahankan hukum internasional dan menegakkan norma-normanya, tetapi mereka mempersiapkan diri untuk menyita kapal sipil,” ujar Putin.
Ia kemudian memperingatkan bahwa Rusia akan merespons jika diperlukan. “Mari kita hidup damai. Jika tidak (memungkinkan), kami juga akan terpaksa merespons,” tegasnya.
Prioritas Persenjataan Rusia
Dalam pertemuan tersebut, Putin juga memaparkan sejumlah prioritas dalam rancangan Program Persenjataan Negara Rusia yang baru.Menurut Putin, penguatan nuclear triad atau triad nuklir Rusia menjadi salah satu prioritas utama. Ia mengatakan kemampuan tersebut merupakan jaminan kedaulatan Rusia dan berperan dalam menjaga keseimbangan kekuatan global.
Putin juga mengatakan sekitar 92 persen persenjataan Strategic Missile Forces Rusia telah menggunakan sistem modern. Angka tersebut merupakan klaim Putin yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Selain triad nuklir, Putin menyebut penguatan sistem pertahanan udara sebagai prioritas lain dalam program persenjataan baru.
Ia juga menginstruksikan perhatian terhadap pengembangan berbagai sistem tanpa awak dan robotik serta senjata berpresisi tinggi. Pemerintah Rusia juga akan melanjutkan pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pelaksanaan program persenjataan tersebut.
Putin turut menyebut penyelesaian konstelasi satelit orbit Rusia sebagai salah satu prioritas. Menurut dia, jaringan tersebut akan mendukung kemampuan pengintaian berbasis ruang angkasa, navigasi, komunikasi, serta layanan internet pita lebar.
Konstelasi tersebut, kata Putin, juga akan memungkinkan komando dan pengendalian pasukan serta persenjataan secara real time.
Pernyataan Putin mengenai hubungan dengan Eropa disampaikan ketika hubungan Rusia dengan sejumlah negara Eropa masih berada dalam kondisi tegang akibat perang Rusia-Ukraina dan dukungan negara-negara Eropa terhadap Kyiv.
Baca juga: Ukraina Klaim Drone Rusia Diduga Targetkan Kereta Eks PM Inggris Boris Johnson