Perempuan Palestina Meninggal usai Ambulans yang Membawanya Tertahan di Pos Israel

Seorang perempuan Palestina meninggal setelah ambulans yang membawanya tertahan di pos Israel. (Anadolu Agency)

Perempuan Palestina Meninggal usai Ambulans yang Membawanya Tertahan di Pos Israel

Willy Haryono • 19 July 2026 12:01

Ramallah: Seorang perempuan Palestina berusia 30 tahun meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya menuju rumah sakit tertahan lebih dari 30 menit di sebuah pos militer Israel di pintu masuk Kota Sinjil, dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki.

Wali Kota Sinjil Mutez Tawafsha, melalui pernyataan video, mengatakan bahwa korban bernama Sujoud Fuqaha, seorang ibu dua anak, mengalami serangan jantung dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Namun, menurut Tawafsha, ambulans yang mengangkut korban harus menunggu lebih dari 30 menit di gerbang militer sebelum akhirnya diizinkan melintas.

Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 19 Juli 2026, ia menekankan bahwa waktu merupakan faktor yang sangat penting dalam kondisi darurat medis dan mempertanyakan berapa banyak lagi korban jiwa yang akan berjatuhan akibat keberadaan gerbang besi dan pos pemeriksaan militer di wilayah tersebut.

Rekaman video yang dirilis memperlihatkan Tawafsha berdiri di depan gerbang besi, sementara ambulans menunggu izin melintas. Video itu juga menunjukkan tenaga medis berulang kali meminta agar gerbang segera dibuka demi menyelamatkan nyawa pasien.

Menurut materi sumber, Sinjil merupakan salah satu wilayah yang kerap menjadi sasaran operasi militer Israel dan para pemukim di tengah kontrol militer Israel terhadap akses keluar masuk kota serta pembatasan ketat terhadap mobilitas warga Palestina.

Sejak Oktober 2023, menurut data resmi Palestina, serangan oleh militer Israel dan para pemukim yang mengambil alih lahan Palestina di Tepi Barat meningkat tajam.

Data tersebut mencatat sebanyak 1.181 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 orang terluka, dan hampir 24.000 lainnya ditahan selama periode tersebut.

Sementara itu, laporan Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina yang diterbitkan pada 6 Juli menyebut para pemukim Israel melakukan 3.488 serangan terhadap komunitas Palestina sepanjang paruh pertama tahun ini.

Serangan tersebut meliputi penyerangan, pembakaran rumah, penembakan, perampasan lahan, serta pembangunan pos permukiman yang tidak berizin.

Laporan itu juga menyebut sedikitnya 17 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Baca juga:  Serangan Israel saat Prosesi Pemakaman di Gaza Tewaskan Delapan Warga Palestina

(Willy Haryono)