Top 5 Ekonomi Sepekan: Bantuan Beras hingga Gaji Manajer Kopdes Tak Sampai Rp16 Juta

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Top 5 Ekonomi Sepekan: Bantuan Beras hingga Gaji Manajer Kopdes Tak Sampai Rp16 Juta

Husen Miftahudin • 9 August 2026 09:30

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi selama sepekan terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari penyaluran bantuan beras Tahap II bakal dimulai 17 Agustus hingga gaji manajer Kopdes tak sampai Rp16 juta.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Penyaluran Bantuan Beras Tahap II Bakal Dimulai 17 Agustus

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras tahap kedua bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 17 Agustus 2026 guna menjaga daya beli dan stabilitas pangan nasional.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Daftar Iuran Biaya BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3, Periode Agustus 2026

Besaran iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri (PBPU) pada kelas 1, 2, dan 3 ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024. Berikut adalah rincian iuran per Agustus 2026 yang masih berlaku.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

Bursa saham Asia bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa seiring sentimen positif dari Wall Street. Namun, penguatan berlangsung terbatas karena investor masih mencermati ketidakpastian hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang turut memengaruhi pergerakan harga minyak.

Baca berita selengkapnya di sini.
 


4. Gaji Manajer Kopdes Tak Sampai Rp16 Juta, Purbaya: Disesuaikan dengan UMP

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut gaji manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mencapai Rp16 juta per bulan. Menurut dia, angka tersebut terlalu besar dan belum disetujui pemerintah.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Harga Emas Dunia Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam Sebulan

Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Rabu waktu setempat. Penguatan logam mulia didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca berita selengkapnya di sini.

(Husen Miftahudin)