Palestina Desak DK PBB Bertindak soal Pendudukan Israel di Tepi Barat

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour. (Anadolu Agency)

Palestina Desak DK PBB Bertindak soal Pendudukan Israel di Tepi Barat

Muhammad Reyhansyah • 12 August 2026 12:20

New York: Palestina mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengambil tindakan lebih tegas terhadap pendudukan dan ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat, serta tidak lagi berhenti pada kecaman rutin.

Berbicara dalam sidang tingkat tinggi DK PBB, Duta Besar Palestina Riyad Mansour mengatakan masyarakat internasional tidak bisa terus menerima kecaman standar sebagai respons terhadap kebijakan Israel.

"Kita tidak bisa lagi puas dengan kecaman standar, dengan apa yang disebut sebagai 'business as usual'," kata Mansour, dikutip dari TRT World, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menuduh Israel berupaya merebut sebanyak mungkin wilayah Palestina dengan jumlah penduduk Palestina seminimal mungkin. "Tujuan Israel tetap sama: merebut wilayah Palestina semaksimal mungkin dengan jumlah warga Palestina seminimal mungkin," ujarnya.

Mansour juga memperingatkan bahwa aneksasi Tepi Barat telah berlangsung dan mendesak DK PBB menggunakan seluruh instrumen yang dimilikinya untuk menegakkan hukum internasional.

"Aneksasi sedang berlangsung. Ini bukan lagi sebuah gagasan. Ini sedang terjadi, secara brutal dan tanpa henti," katanya.

Amerika Serikat dalam sidang tersebut kembali menyatakan penolakannya terhadap aneksasi Tepi Barat. Washington juga menekankan bahwa rencana perdamaian 20 poin Presiden Donald Trump mensyaratkan Otoritas Palestina melakukan reformasi secara menyeluruh dan dapat diverifikasi.

Sejumlah negara anggota DK PBB turut menyuarakan kekhawatiran atas fragmentasi wilayah Palestina. Somalia mengatakan lebih dari 33.000 warga Palestina telah mengungsi secara paksa, sementara Inggris menentang kembali didorongnya proyek permukiman E1 yang dinilai dapat membelah Tepi Barat.

Rusia menilai rencana perdamaian Amerika Serikat pada dasarnya telah mandek. Sementara itu, Liberia memperingatkan bahwa DK PBB justru menyaksikan "hilangnya solusi dua negara secara perlahan" alih-alih menegakkannya.

Baca juga:  Palestina Minta Dewan Keamanan PBB Lucuti Senjata Pemukim Ilegal Israel

(Willy Haryono)