Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Bermodus Tawaran Konten TikTok

Ilustrasi - Seorang pelaku penipuan digital. ANTARA/Pexels/Tima Miroshnichenko

Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Bermodus Tawaran Konten TikTok

Achmad Zulfikar Fazli • 7 September 2026 00:26

Jakarta: Polisi menyelidiki dugaan penipuan terhadap anak-anak komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Modus penipuan ini dilakukan dengan menawarkan pembuatan konten iklan parfum untuk aplikasi TikTok.

"Terkait laporan masyarakat adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal kepada anak-anak komunitas sepeda," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 6 September 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, pelaku yang merupakan orang tidak dikenal mendatangi anak-anak komunitas sepeda dengan menawarkan pembuatan konten iklan parfum yang disebut akan ditayangkan melalui aplikasi TikTok.

Pelaku menjanjikan imbalan Rp100 ribu kepada setiap anak yang mengikuti pembuatan konten tersebut. Namun, dalam kejadian itu, pelaku diduga membawa kabur dua telepon seluler (HP) milik anak-anak komunitas.

Selain membawa dua HP, pelaku diduga membawa salah seorang anak dengan kendaraan sebelum menurunkannya di kawasan Pasar Rumput, Manggarai.

Dhimas menyampaikan petugas mengecek kamera pengawas atau CCTV di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dhimas menyampaikan anggota Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang telah mengecek kamera pengawas di sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk mencari petunjuk mengenai pelaku maupun kronologi peristiwa.

Namun, berdasarkan pemeriksaan bersama karyawan bagian teknologi informasi (IT) restoran, rekaman CCTV belum dapat diakses karena mengalami gangguan pada sistem dan terkendala kode sandi.

"Ternyata mengalami gangguan dengan kode password dan tidak bisa dibuka," ujar Kapolsek.

Ilustrasi. Medcom

Dhimas menjelaskan polisi menghubungi salah satu korban bernama Amar untuk membuat laporan polisi guna menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut. Petugas juga melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta berencana meminta keterangan dari korban lainnya, yakni Kenzi, di kediamannya.

Petugas berencana mengambil rekaman CCTV dari kawasan MRT untuk menelusuri perjalanan pelaku setelah meninggalkan lokasi kejadian. Polisi juga menyiapkan laporan polisi model A sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan tindak pidana tersebut.

"Hingga kini, polisi masih mendalami identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian," ujar Dimas.

Ramai di media sosial video rombongan pesepeda di kawasan BNI City, Sudirman, Jakarta Pusat, diduga menjadi korban perampasan tiga telepon seluler oleh sejumlah pemuda yang mengajak mereka membuat konten promosi parfum dengan iming-iming uang.

Dalam kejadian pada Minggu, 6 September 2026, korban juga diberi kartu ATM yang diduga palsu untuk mengambil uang, namun tidak berhasil.

(Achmad Zulfikar Fazli)