Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau langsung penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/HO-Pempro
DKI Tingkatkan Kesiapsiagaan KLB Keracunan Pangan
Siti Yona Hukmana • 15 April 2026 18:15
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan jajarannya, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan terhadap kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan. Hal ini menyikapi kasus keracunan yang masih menjadi tantangan kesehatan di Jakarta.
"Kesiapsiagaan tim pada saat kejadian merupakan faktor yang penting dalam sistem kewaspadaan dan respon terhadap KLB keracunan pangan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni dilansir Antara, Rabu, 15 April 2026.
Menurut Sri, kejadian ini menunjukkan kesiapsiagaan, pengetahuan, kompetensi dan informasi tentang keamanan pangan, deteksi dini, investigasi epidemiologi, serta penanganan kasus secara cepat dan terkoordinasi diperlukan di jajaran Pemprov DKI Jakarta.
.jpg)
ilustrasi medcom.id
"MBG bukan sekadar memberi makan pada anak-anak, tetapi juga kita sedang menyiapkan dan menjaga masa depan bangsa ini. Satu kelalaian saja dalam proses penyiapan makan akan berujung di ruang perawatan atau bahkan menyebabkan kematian," kata Sri.
Dia mengingatkan, rantai penyiapan pangan mulai dari pemilihan bahan segar sampai pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan sampai ke anak-anak merupakan hal penting dan harus menjadi perhatian bersama.