Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Andaru Rahutomo. Metro TV/Iqbal
Selidiki WO Bodong di Jaktim, Polisi Periksa Pengelola Gedung
Muhammad Iqbal Sidiq • 26 May 2026 16:38
Jakarta: Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur terus mendalami kasus dugaan penipuan oleh Wedding Organizer (WO) bodong Marwah. Penyidik akan memeriksa enam saksi terkait kasus ini.
"Berikut penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia gedung," ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Andaru Rahutomo, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Andaru mengatakan pemeriksaan terhadap pihak pengelola gedung dilakukan untuk membuktikan kontrak yang pernah diajukan pelaku. Hal ini dilakukan memastikan ada unsur pidananya atau tidak.
Tim penyidik juga tengah bergerak mendalami rekam jejak digital pengelola WO Marwah. Penyidik mencari keterkaitan WO tersebut dengan kasus penipuan serupa pada 2021.
.jpg)
Ilustrasi. Medcom
Baca Juga:
Islamic Center Bekasi Blacklist WO Marwah Diduga Tipu Pasangan Pengantin |
Sebelumnya, Pasangan calon pengantin Aldi, 32, dan Feny, 32, mengaku menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau WO Marwah yang berkantor di kawasan Jakarta Timur (Jaktim). Kedua pasangan itu mengalami kerugian hingga senilai Rp85,5 juta akibat peristiwa ini.
"Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta," kata Feny di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Vendor pernikahan tersebut diduga kabur menjelang hari pelaksanaan acara, sehingga menyebabkan resepsi pernikahan pasangan itu terancam gagal. Feny menjelaskan awal mula menggunakan jasa WO Marwah setelah melihat promosi melalui media sosial Instagram. Dia tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan dan melakukan pembayaran uang muka atau down payment (DP).
Setelah melakukan pembayaran awal, pasangan itu mengikuti sesi pengujian makanan (test food) yang digelar pihak WO. Dalam acara tersebut, Feny mengaku melihat banyak staf yang bekerja, mulai dari vendor dekorasi, make-up artist (MUA), pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), hingga contoh pelaminan dan makanan prasmanan.
Selanjutnya, pasangan itu menjalani proses mencoba (fitting) pakaian pengantin di kantor WO yang berada di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026.
Bahkan, mereka kembali menambah jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026. Namun, kecurigaan mulai muncul saat rapat persiapan atau technical meeting (TM) yang digelar secara online, yang dinilai tidak profesional dan berlangsung sangat singkat.
"Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1)," jelas Feny.